Terhadap tragedi anak SD di Kabupaten Ngada yang bunuh diri, barangkali pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan hanya tentang apa yang memotivasinya melakukan tindakan tersebut, tetapi seperti apa kehidupan ibunya?
Ketika suara masyarakat diabaikan, transparansi dikesampingkan, dan relasi kuasa menjadi timpang, maka pembangunan proyek tersebut kehilangan legitimasi moralnya