Artikel-artikel yang ditulis oleh

Elisabeth Hendrika Dinan

3 Artikel

Migrasi Perempuan NTT: Pilihan atau Terpaksa?

Mengapa begitu banyak perempuan NTT yang harus meninggalkan tanah kelahiran kendati dengan risiko menjadi korban perdagangan orang?

Kemiskinan Berlapis dan Beban Ganda Perempuan

Terhadap tragedi anak SD di Kabupaten Ngada yang bunuh diri, barangkali pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan hanya tentang apa yang memotivasinya melakukan tindakan tersebut, tetapi seperti apa kehidupan ibunya?

Mengenang Valentino Luis dan Warisan Berharganya untuk Tanah Flores

Ka Valen menunjukkan cinta tanpa batas pada tanah Flores lewat beragam jejak karya dan komunitas yang ia rintis

Artikel Terbaru

Dari Balik Jeruji, Ayah Berpesan Terus Menjaga Tanah Nangahale

Ketika sengketa agraria antara masyarakat adat dan PT Krisrama, korporasi milik Keuskupan Maumere, berujung pada pemenjaraan warga, hukuman tidak berhenti di balik jeruji. Ia menjalar ke dapur, kebun, bangku kuliah, urusan adat, dan relasi anak dengan orang tua.

Polres Manggarai: Pelajar yang Ditemukan Meninggal di Kebun adalah Korban Bunuh Diri

Korban sempat menyampaikan niatnya untuk bunuh diri kepada temannya.

Kejaksaan, Gempa, dan Dugaan Korupsi di Manggarai Timur

Gempa dapat menunda pemeriksaan, tetapi Kejaksaan tidak boleh menjadikannya dalih untuk membiarkan penyidikan tanpa arah, tenggat, dan pertanggungjawaban.

Di Nangahale, Anak-Anak Takut kepada Romo, Kelapa, dan Penjara

Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.