Aktivis Tolak Privatisasi Pantai Pede Diteror, Rumah Dilempar OTK

Labuan Bajo, Floresa – Rumah salah satu aktivis di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat terror pada Minggu malam (14/6/2015).

Rumah milik Ferry Adu, salah satu aktivis yang berani menolak kebijakan Gubernur Frans Lebu Raya itu dilempari batu oleh orang tak dikenal (OTK) sebanyak tiga kali pada pukul 21.45 Wita.

“Kami sekeluarga sudah tidur waktu lemparan terjadi,” katanya kepada Floresa.co, Minggu malam.

Pasca lemparan pertama, jelasnya, ia langsung turun dari tempat tidur, lalu mengambil parang.

Sementara mengeluarkan parang dari sarungnya, terjadi lemparan kedua.

Ia pun memutuskan bersiap-siap di dekat pintu rumah. Saat itulah, lemparan ketiga muncul.

“Saya lalu keluar rumah. Namun tidak mendapati orang yang melempar itu,” katanya. “Mereka sepertinya melempar dari jarak dekat,” lanjut Ferry.

Akibat peristiwa itu, keluarganya tidak bisa tidur lagi.

“Yang paling bungsu masih usia dua koma lima tahun. Ia sekarang tidak bisa tidur,” katanya.

Pasca kejadian itu, Ferry langsung menghubungi Polres Mabar. Saat berita ini diturunkan, di rumahnya sudah berkumpul sejumlah polisi dan beberapa aktivis yang menolak privatisasi Pantai Pede, termasuk Pastor Marsel Agot SVD.

Selama ini Ferry dikenal sebagai salah satu penggagas Gerakan Masyarakat Selamatkan Pantai Pede dan Pulau-pulau (Gemas P2).

Pada acara pertemuan di Pantai Pede, Minggu siang tadi, ia merupakan salah satu kordinator. (Ari D/ARL/Floresa)

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA