Artikel-artikel yang ditulis oleh

Ario Jempau

1344 Artikel

Ahli Hukum Agraria: Gregorius Jeramu Berhak Dapat Ganti Rugi Pengadaan Tanah Terminal Kembur

Rikardo Simarmata, dosen hukum agraria dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta hadir sebagai saksi ahli yang meringankan bagi Gregorius Jeramu

Kasus Terminal Kembur: Dakwaan Jaksa dan Pendapat Hakim Berbeda Terkait ‘Kesalahan’ Gregorius Jeramu

Hakim menyatakan kesalahan Gregorius adalah menerima pembayaran dua kali, sementara menurut jaksa karena ia menjual tanah tanpa dokumen alas hak yang sah, berupa sertifikat.

Sidang Kasus Terminal Kembur di Manggarai Timur: Peran Fansi Jahang dan Gaspar Nanggar yang Berkali-kali Disebut oleh Mantan Staf

Kasus ini menyeret staf biasa ke meja hijau, sementara para petinggi melenggang bebas. Ada dugaan tebang pilih dalam penegakan hukum.

Perlu Penertiban untuk Agen Travel di Labuan Bajo; Belajar dari Kasus Kecelakaan Kapal KML Tiana Liveaboard

Selain mematuhi SOP, agen travel yang beroperasi Labuan Bajo juga perlu terdaftar pada asosiasi yang ada, agar memudahkan kontrol dan koordinasi ketika terjadi masalah.

‘Jangankan untuk Dijual, untuk Konsumsi Saja Sangat Sulit,’ Petani di Flores Kewalahan Hadapi Penyakit Darah Pisang

Sejak bulan Juli, kebun-kebun pisang di salah satu daerah yang terkenal sebagai penghasil pisang di Flores dilanda penyakit darah. Sementara belum ada langkah efektif mencegahnya, petani terus merana.

Artikel Terbaru

Polisi di Manggarai Barat Tahan ASN PPPK yang Cabuli Anak di Bawah Umur 

Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada teman sebayanya

Mahasiswa NTT Tuntut Jaksa Cabut Kasasi atas Vonis Bebas Erasmus Frans Mandato

Mereka mempertanyakan ketidaksinkronan kronologi antara Kejari Rote Ndao dan Kejati NTT. Sementara Kepala Kejari dirotasi ke Cilegon, Provinsi Banten

Buruh Migran NTT: Cermin Palsu Keadilan di Hari Buruh

Selama buruh paling rentan—yang berangkat dari Maumere dengan segunung utang dan segenggam harapan—tak pernah menjadi subjek perayaan, maka Hari Buruh hanya memantulkan cermin palsu keadilan