Artikel-artikel yang ditulis oleh

Adriani Miming

9 Artikel

Suara Suster Rita yang Memberi Harapan

Dalam Gereja yang hierarkis dan maskulin, suara perempuan sering terpinggirkan—namun justru dari sana, Suster Rita berbicara paling dekat dengan luka yang diabaikan kekuasaan.

Tetap Beriman, Tak Lagi ke Gereja: Dalamnya Kekecewaan Perempuan Nangahale terhadap Institusi

Mereka adalah bagian dari tulang punggung kehidupan menggereja, namun memilih menjauh karena korporasi milik keuskupan berulang kali merobohkan rumah dan merusak tanaman

Ruang Hidup vs Transisi Energi: Benturan Epistemik dalam Polemik Geotermal

Alih-alih mengikuti narasi transisi energi dari pemerintah dan korporasi, masyarakat adat di Manggarai menegaskan perlawanan mereka sebagai upaya menjaga ruang hidup

Warga Ata Modo Bakal Temui BTNK, Tolak Kebijakan Pembatasan Kuota Wisatawan

BTNK menetapkan kuota maksimal 1.000 pengunjung per ke Taman Nasional Komodo karena mempertimbangkan daya tampung kawasan

Menjaga ‘Saudara Kembar’ ala Perempuan Adat Pulau Komodo

Keyakinan mitologis bahwa komodo dan nenek moyang mereka lahir dari rahim yang sama mempengaruhi cara Ata Modo memperlakukan satwa langka tersebut

Artikel Terbaru

Kontraktor Proyek Gedung Sekolah di Manggarai Timur Jadikan Sertifikat Tanah Jaminan Pelunasan Material, Wartawan Ikut Terlibat

Wartawan tersebut, yang nyambi sebagai kontraktor untuk pengerjaan sebagian bangunan, juga tak kunjung membayar upah kepala tukang

“Perampasan Tanah Adat Harus Dilawan”, Refleksi Nobar dan Diskusi Pesta Babi di Poco Leok

Diskusi film dokumenter ini diinisiasi warga adat usai ritual syukur atas kemenangan gugatan hukum melawan Bupati Nabit

Warga Poco Leok Berterima Kasih kepada Leluhur Usai Kalahkan Bupati dalam Gugatan di PTUN

Dari bekas kampung leluhur di Golo Mompong, mereka menggemakan seruan perlawanan terhadap eksploitasi alam dan manusia demi ambisi proyek geotermal

Membaca Bahasa Visual dan Simbol dalam “Pesta Babi” 

Alam Papua hadir bukan sekadar sebagai latar yang indah, melainkan sebagai arena pertarungan antara wacana ekspansif negara dan resistensi warga