Tiga minggu setelah gempa Flores, warga Nanga Banda masih tinggal di antara puing rumah, membangun gubuk bambu, dan membeli air yang kebersihannya pun tidak mereka yakini.
Di tengah pemeriksaan ketat kendaraan dalam rangka implementasi Pergub NTT, praktik pembelian berulang dan penjualan eceran Pertalite masih terjadi. Pemerintah daerah dan pengelola SPBU saling menunjuk soal kewenangan pengawasan.
Ketika forum berakhir tanpa mufakat, tetapi pengeboran tetap disiapkan, geotermal Flores tidak lagi sekadar proyek energi. Ia menjadi ujian apakah transisi energi akan berjalan dengan persetujuan warga, atau hanya memakai bahasa hijau untuk membungkus keputusan yang sudah terlanjur dipaksakan.
Dari memikul jeriken sejak subuh hingga menyewa motor Rp10 ribu per jeriken, warga Desa Sisir bertahun-tahun berjuang memperoleh air. Pemerintah daerah menjanjikan pembangunan fasilitas air minum tahun ini.
Empat belas murid sekolah dasar di Sumba Barat menjadi korban kekerasan seksual—bukti telanjang rapuhnya perlindungan anak di sekolah. Kasus ini menuntut kanal pengaduan independen dan pengawasan yang tegas berpihak kepada korban.
Lebih dari 50 saksi telah diperiksa dan data digital ditelusuri, tetapi polisi mengaku belum memperoleh alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam kematian Restina Tija.
Pagar kawat berduri sekitar 800 meter menghambat akses ke Pantai Laing Lewe dan menekan penghidupan 29 keluarga pedagang. Pemerintah Manggarai Barat mengakui pelanggarannya, tetapi membiarkannya tetap berdiri.