Tulisan kuasa hukum PT Krisrama ini menanggapi salah satu liputan Floresa berjudul “Tangis Histeris Anak Usia Empat Tahun di Sikka yang Ibunya Diseret ke Bui oleh Korporasi Gereja Katolik
Film ini tidak memerintah penonton untuk segera berubah, tetapi meninggalkan kegelisahan yang sulit dihapus—tentang apa yang kita kenakan, kita cuci, kita buang, dan tanpa sadar kita wariskan