Dewi Sukur tidak hanya mengisi liburan panjang tahun ini untuk bertemu keluarga. Mahasiswi Universitas Sanata Darma, Yogyakarta ini yang bergabung dalam grup akademik Kelompok Studi...
Eksplorasi minat dan bakat adalah apa yang kini ditekuni oleh Indri Safitri Rahayu. Siswi di SMA Negeri 2 Komodo, Nggorang, Manggarai Barat ini sejak kecil...
Bercita-cita menjadi seorang arsitek,ternyata membawa Vhyo-begitu ia biasa disapa-pada pergulatan hidup yang tidak ringan. Kuliahnya tidak berjalan mulus sebagaimana diharapkan. Kesulitan menantangnya. Akhirnya alumnus SMAK...
Merasa sangat beruntung adalah kesan Elizabeth Nathania, gadis asal Jakarta, setelah mengunjungi Lembata awal tahun ini.
Nia – begitu ia disapa – merupakan lulusan Teknik Industri di Universitas...
Kolom ini, disediakan khusus oleh Floresa.co untuk tempat berbagi pengalaman, cerita-cerita bagi anak muda, putera-puteri asal NTT . Isinya tak seserius – kalau boleh dikatakan...
Gempa dapat menunda pemeriksaan, tetapi Kejaksaan tidak boleh menjadikannya dalih untuk membiarkan penyidikan tanpa arah, tenggat, dan pertanggungjawaban.
Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.
Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.
Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.