Artikel-artikel yang ditulis oleh

Admin Blog Floresa.co

18 Artikel

Dewi Sukur: Cerita dari Bangka Kantar

Dewi Sukur tidak hanya mengisi liburan panjang tahun ini untuk bertemu keluarga. Mahasiswi Universitas Sanata Darma, Yogyakarta ini yang bergabung dalam grup akademik Kelompok Studi...

Indri Safitri Rahayu: Mencintai Sastra dan Film

Eksplorasi minat dan bakat adalah apa yang kini ditekuni oleh Indri Safitri Rahayu.  Siswi di SMA Negeri 2 Komodo, Nggorang, Manggarai Barat ini sejak kecil...

Vhyo David De Naor: Belajar dari Pengalaman

Bercita-cita menjadi seorang arsitek,ternyata membawa Vhyo-begitu ia biasa disapa-pada pergulatan hidup yang tidak ringan. Kuliahnya tidak berjalan mulus sebagaimana diharapkan.  Kesulitan menantangnya. Akhirnya alumnus SMAK...

Elizabeth Nathania: Kapan Giliran Kamu ke Lembata?

Merasa sangat beruntung adalah kesan Elizabeth Nathania, gadis asal Jakarta, setelah mengunjungi Lembata awal tahun ini. Nia – begitu ia disapa – merupakan lulusan Teknik Industri di Universitas...

Maria Mitak: Komunikasi dengan Pengalaman dan Keluarga

Kolom ini, disediakan khusus oleh Floresa.co untuk tempat berbagi pengalaman, cerita-cerita bagi anak muda, putera-puteri asal NTT . Isinya tak seserius – kalau boleh dikatakan...

Artikel Terbaru

Kejaksaan, Gempa, dan Dugaan Korupsi di Manggarai Timur

Gempa dapat menunda pemeriksaan, tetapi Kejaksaan tidak boleh menjadikannya dalih untuk membiarkan penyidikan tanpa arah, tenggat, dan pertanggungjawaban.

Di Nangahale, Anak-Anak Takut kepada Romo, Kelapa, dan Penjara

Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.

Penggusuran dan Pemidanaan Warga dalam Konflik Nangahale Atas Restu Uskup Maumere

Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.

Ketika Rumah Nyaris Roboh karena Gempa Flores, Pemerintah Mencatatnya Rusak Sedang

Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.