Artikel-artikel yang ditulis oleh

Admin Blog Floresa.co

18 Artikel

Dewi Sukur: Cerita dari Bangka Kantar

Dewi Sukur tidak hanya mengisi liburan panjang tahun ini untuk bertemu keluarga. Mahasiswi Universitas Sanata Darma, Yogyakarta ini yang bergabung dalam grup akademik Kelompok Studi...

Indri Safitri Rahayu: Mencintai Sastra dan Film

Eksplorasi minat dan bakat adalah apa yang kini ditekuni oleh Indri Safitri Rahayu.  Siswi di SMA Negeri 2 Komodo, Nggorang, Manggarai Barat ini sejak kecil...

Vhyo David De Naor: Belajar dari Pengalaman

Bercita-cita menjadi seorang arsitek,ternyata membawa Vhyo-begitu ia biasa disapa-pada pergulatan hidup yang tidak ringan. Kuliahnya tidak berjalan mulus sebagaimana diharapkan.  Kesulitan menantangnya. Akhirnya alumnus SMAK...

Elizabeth Nathania: Kapan Giliran Kamu ke Lembata?

Merasa sangat beruntung adalah kesan Elizabeth Nathania, gadis asal Jakarta, setelah mengunjungi Lembata awal tahun ini. Nia – begitu ia disapa – merupakan lulusan Teknik Industri di Universitas...

Maria Mitak: Komunikasi dengan Pengalaman dan Keluarga

Kolom ini, disediakan khusus oleh Floresa.co untuk tempat berbagi pengalaman, cerita-cerita bagi anak muda, putera-puteri asal NTT . Isinya tak seserius – kalau boleh dikatakan...

Artikel Terbaru

Mengapa Kami Meliput Perempuan di Pub Le Dupar?

Pekerjaan seseorang tidak pernah menentukan apakah ia layak diperlakukan sebagai manusia. Eksploitasi tetaplah eksploitasi—apa pun seragam yang dikenakan korbannya.

Suster Rita, SSpS: Perempuan Pekerja Pub Juga Manusia, Mereka Punya Hak

Stigma terhadap pekerja perempuan kerap menutupi persoalan yang lebih besar: pelanggaran hak, kekerasan, dan dugaan praktik perdagangan orang di balik bisnis hiburan malam.

Rekan Sekamar Meninggal, Pekerja Pub Le Dupar Dipaksa Layani Tamu, Berbohong kepada Polisi

Barang bukti medis diperintahkan dibuang. Pada malam yang sama, mereka harus tetap tersenyum melayani tamu

“Seperti Sapi Perah,” Kisah Pekerja Pub Le Dupar, Labuan Bajo

Sejak hari pertama, langsung ada utang. Diawasi tanpa henti. Dua mantan pekerja mengungkap sistem yang membuat mereka nyaris tak punya jalan keluar — privasi lenyap, gerak dibatasi, rasa takut menghantui setiap hari.