Dalam beragama, akal sehat mesti mendapat tempat agar bisa mencerna dengan baik ajaran ágama, sehigga tidak menormalisasi praktik-praktik yang mencederai kemanusian, seperti kekerasan dalam beragam bentuk
Fenomena pekerja anak di NTT adalah cerminan dari kemiskinan yang diwariskan, pendidikan yang tidak merata, budaya yang terdistorsi oleh tekanan ekonomi dan negara yang belum sepenuhnya hadir bagi yang paling rentan
Perubahan tidak akan datang dari luar, tetapi dari masyarakat sendiri — terutama generasi muda yang diharapkan tidak lagi terjebak dalam pola patronase lama
Perlu perubahan paradigma yang lebih mendasar yang menempatkan korban sebagai subjek yang harus dipulihkan dan ketimpangan struktural sebagai akar yang harus dicabut