Tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur pendidikan di NTT, terutama di daerah pedesaan, menjadi hambatan dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang mengandalkan teknologi dan akses informasi yang memadai.
Persoalan perdagangan orang di NTT berkaitan erat dengan ketimpangan pembangunan, keterbatasan kesempatan ekonomi dan kegagalan sistem perlindungan pekerja migran
Fenomena pekerja anak di NTT adalah cerminan dari kemiskinan yang diwariskan, pendidikan yang tidak merata, budaya yang terdistorsi oleh tekanan ekonomi dan negara yang belum sepenuhnya hadir bagi yang paling rentan
Perubahan tidak akan datang dari luar, tetapi dari masyarakat sendiri — terutama generasi muda yang diharapkan tidak lagi terjebak dalam pola patronase lama