Tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur pendidikan di NTT, terutama di daerah pedesaan, menjadi hambatan dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang mengandalkan teknologi dan akses informasi yang memadai.
Kepala ayam busuk, ancaman siber dengan data pribadi, dan tekanan untuk menurunkan konten — serangkaian intimidasi terhadap Floresa memicu kecaman dari AMSI, SEJUK, CPJ, dan 30 media dari seluruh Indonesia.