Artikel-artikel yang ditulis oleh

Melky Nahar

4 Artikel

Putusan PTUN Kupang dan Arogansi Kekuasaan di Poco Leok

Putusan ini berhasil menunjukkan bahwa di Poco Leok masalah utamanya bukan warga yang terlalu keras menolak proyek geotermal, melainkan penguasa yang merasa berhak memaki, mengancam dan menginjak hak warganya sendiri

Lidah Kotor dan Logika Ngawur Gubernur NTT soal Geotermal Poco Leok

Pejabat publik bisa jadi aktor utama pembusukan demokrasi di tingkat lokal

Akademisi yang Jadi Mesin Promosi Proyek dalam Narasi Geotermal demi Kebaikan Flores

Dengan mendukung proyek geotermal sambil mengabaikan persoalan serius yang terang benderang, akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung sedang memproduksi pengetahuan yang melayani negara dan pasar, alih-alih keberpihakan pada rakyat

Tim Investigasi Proyek Geotermal versi Gubernur NTT: Siasat Licik dan Alat Manipulasi

Pembentukan tim yang katanya akan "melibatkan semua pihak" justru mengundang ironi besar: bagaimana mungkin evaluasi yang objektif diharapkan dari tim yang anggotanya terdiri dari mereka yang justru menjadi bagian dari masalah?

Artikel Terbaru

Menafsir Pesan Surat Gembala Prapaskah-Paskah Uskup Labuan Bajo

Ketika Uskup Maksimus Regus menyatakan bahwa "pariwisata boleh berkembang, tetapi ciptaan tidak boleh rusak," ia kiranya sedang meletakkan syarat moral yang tidak bisa ditawar: pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan integritas ekologis yang menjadi fondasi kehidupan bersama

Paskah dan Pemulihan Martabat Manusia

Paskah bukan sekadar perayaan iman, tetapi peristiwa keselamatan yang menghadirkan terang di tengah kegelapan, harapan di tengah keputusasaan dan pemulihan bagi martabat manusia yang terluka

Nyaris Tenggelam dalam Diam: Kronologi Buron Kasus Pemerkosaan di Flores Timur yang Sempat Berseragam Tentara

Andai tak menjadi atensi luas, bisa jadi Aloysius Dalo Odjan tetap jadi anggota militer dan korban dibiarkan

Stigma Lebih Kuat dari Fakta: Kasus Guru TK di Sikka dan Kerentanan Ganda Guru Honorer

Guru itu dipecat karena rumor ia mengidap HIV, namun kasusnya mengungkap kerentanan yang lebih dalam: penghasilan tidak layak, ketidakpastian kerja dan sistem yang tidak memberi perlindungan