Artikel-artikel yang ditulis oleh

Melky Nahar

4 Artikel

Putusan PTUN Kupang dan Arogansi Kekuasaan di Poco Leok

Putusan ini berhasil menunjukkan bahwa di Poco Leok masalah utamanya bukan warga yang terlalu keras menolak proyek geotermal, melainkan penguasa yang merasa berhak memaki, mengancam dan menginjak hak warganya sendiri

Lidah Kotor dan Logika Ngawur Gubernur NTT soal Geotermal Poco Leok

Pejabat publik bisa jadi aktor utama pembusukan demokrasi di tingkat lokal

Akademisi yang Jadi Mesin Promosi Proyek dalam Narasi Geotermal demi Kebaikan Flores

Dengan mendukung proyek geotermal sambil mengabaikan persoalan serius yang terang benderang, akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung sedang memproduksi pengetahuan yang melayani negara dan pasar, alih-alih keberpihakan pada rakyat

Tim Investigasi Proyek Geotermal versi Gubernur NTT: Siasat Licik dan Alat Manipulasi

Pembentukan tim yang katanya akan "melibatkan semua pihak" justru mengundang ironi besar: bagaimana mungkin evaluasi yang objektif diharapkan dari tim yang anggotanya terdiri dari mereka yang justru menjadi bagian dari masalah?

Artikel Terbaru

Polres Manggarai Timur Biarkan Pria 70 Tahun yang Cabuli Anak SMP Bebas Berkeliaran

Kasus ini telah dilaporkan sebulan lalu, tak ada tindakan apa-apa terhadap pelaku, membuat keluarga korban cemas

Polres Sikka Sita Ribuan Liter BBM yang Disalahgunakan Selama Dua Bulan Terakhir 

Pola penyalahgunaannya sama: BBM diisi ke dalam mobil, lalu dipindahkan ke jeriken dan botol, sebelum dijual eceran

Jefrin Haryanto “No Comment” Usai Diperiksa terkait Penyelewengan Dana Saat Jadi Kadis di Manggarai Timur

Jerfin merupakan orang ke-25 yang diperiksa dalam kasus ini, terkait penggelapan dana miliaran, termasuk yang seharusnya dialokasikan untuk kader posyandu

Energi Hijau di Atas Luka: Warga Flores, Disinformasi, dan Perlawanan terhadap Proyek Geotermal

Bank asal Jerman mengucurkan trilunan rupiah. Korporasi membayar jurnalis untuk membungkam kritik. Aparat melakukan kekerasan terhadap warga. Di Mataloko, lima hektare sawah sudah mati, sementara pemerintah berencana melipatgandakan kapasitas pembangkit listrik. Inilah wajah "energi hijau" di Flores.