Gedung Sekolah Ambruk, Pelajar SD di Manggarai Timur Belajar di Ruang Guru, Pemda Janji Tangani Tahun Depan

Empat dari enam ruang kelas tersisa juga dalam kondisi rusak, kata kepala sekolah

Floresa.co – Siswa salah satu sekolah dasar di Kabupaten Manggarai Timur, NTT terpaksa mengikuti kegiatan pembelajaran di ruang guru usai gedung sekolah mereka ambruk pada 14 Oktober.

Dua ruang kelas di salah satu gedung SD Negeri Lete, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba itu kini tidak bisa dipakai lagi karena seluruh bangunannya runtuh hingga rata dengan tanah.

Kepala Sekolah Yosep Samlan Lero berkata gedung tersebut yang terdiri atas ruang kelas I dan II memang sudah berusia tua dan mengalami kerusakan di hampir seluruh bagiannya. 

“Kayu, kusen dan dindingnya sudah lapuk sehingga menyebabkan bangunan ambruk,” katanya kepada Floresa pada 15 Oktober.

Meski kondisi bangunannya sudah tidak layak, Yosep berkata, kegiatan belajar mengajar selama ini tetap dilaksanakan di dalamnya.

“Syukurlah tidak ada korban. Kalau kejadiannya saat jam belajar, pasti sangat berbahaya bagi anak-anak,” katanya.

Ia berkata, usai kejadian itu para siswa terpaksa mengikuti kegiatan pembelajaran di ruang guru “sehingga guru-guru kini harus menempati ruang perpustakaan selama proses belajar berlangsung.” 

Yosep menambahkan, empat dari enam ruang kelas yang tersisa di sekolah itu juga dalam kondisi rusak.

“Kosen, jendela dan plafonnya banyak yang runtuh,” katanya.

Ia berkata pihaknya sudah membuat laporan bencana dan sedang bersiap mengantarnya ke Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Manggarai Timur.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera turun tangan untuk memberikan perhatian dan solusi terhadap keterbatasan sarana belajar di sekolah,” katanya.

“Kami ingin agar anak-anak bisa belajar di tempat yang aman dan layak,” lanjutnya.

Kepala Dinas PPO Winsensius Tala berkata kepada Floresa bahwa pihaknya telah menerima laporan lisan terkait kejadian itu.

“Akan menjadi salah satu skala prioritas kami untuk tahun depan,” katanya pada 15 Oktober.

Winsensius berkata, Dinas PPO akan memanggil kepala dan operator sekolah itu untuk melakukan pembenahan pada Data Pokok Pendidikan atau Dapodik agar bisa mendapatkan intervensi penanganan kerusakan dari dana Revit atau Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah.

Dana Revit mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 terkait Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Sekolah serta Digitalisasi Pembelajaran.

“Tim akan turun ke sekolah untuk melihat kondisi riil,” ujarnya, sembari menegaskan kunjungan itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Terkait bentuk dukungan atau bantuan sementara, ia mengklaim akan diputuskan setelah meninjau langsung ke lokasi.

Kendati tak ingat persis tahun pendiriannya, Yosep Samlan Lero berkata rehabilitasi terakhir gedung sekolah oleh Pemda Manggarai Timur adalah pada 2006.

“Rehabilitasi (swadaya) oleh orang tua siswa tahun 2023,” katanya.

Hasil pengecekan Floresa pada situs Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SD Negeri Lete tercatat didirikan dengan SK Nomor 420/407/PPO/III/2023 tanggal 7 Maret 2023.

Satuan pendidikan terakreditasi B (Baik) itu memiliki 83 orang siswa, dengan total sembilan guru dan tenaga kependidikan.

Editor: Anno Susabun

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA