Artikel-artikel yang ditulis oleh

Aldi Hindut

9 Artikel

Pancasila dan Janji Keadilan yang Belum Tuntas

Pancasila mesti dibaca ulang — bukan sebagai hafalan yang diulang setiap upacara bendera, melainkan sebagai standar moral yang bisa dan harus digunakan untuk menilai apakah negara telah berjalan sesuai dengan janjinya.

Dua Hari, Satu Luka: Pendidikan dan Buruh dalam Janji yang Tak Selesai

Sekolah melahirkan harapan, dunia kerja menguburnya — dan negara masih sibuk dengan seremoni

Dari Desa ke Peti Mati: Membaca Masalah Perdagangan Orang di NTT

Persoalan perdagangan orang di NTT berkaitan erat dengan ketimpangan pembangunan, keterbatasan kesempatan ekonomi dan kegagalan sistem perlindungan pekerja migran 

Pendidikan Gratis yang Tak Pernah Benar-Benar Gratis

Selama buku dan pena masih menjadi barang yang memisahkan anak dari sekolah, selama itu pula negara belum sepenuhnya hadir

Ujian Demokrasi dalam KUHP dan KUHAP Baru 

Ketika pilihan hidup warga mulai diatur dengan ancaman pidana, yang dipertaruhkan bukan hanya kebebasan individu, tetapi juga prinsip dasar demokrasi

Artikel Terbaru

Di Nangahale, Anak-Anak Takut kepada Romo, Kelapa, dan Penjara

Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.

Penggusuran dan Pemidanaan Warga dalam Konflik Nangahale Atas Restu Uskup Maumere

Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.

Ketika Rumah Nyaris Roboh karena Gempa Flores, Pemerintah Mencatatnya Rusak Sedang

Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.

‘Broken Strings’ dan Keberanian Perempuan Melawan Kekerasan Seksual

Kekerasan kerap menyamar sebagai cinta; memoar Aurelie Moeremans membongkar jerat itu dan menunjukkan mengapa suara korban tak boleh lagi dibungkam.