Di tengah perlawanan masyarakat dan teguran UNESCO, PT Komodo Wildlife Ecotourism (PT KWE) sedang ancang-ancang memulai pembangunan pusat bisnisnya di Pulau Padar. Sebuah ancaman nyata terhadap Taman Nasional Komodo dan pariwisata Flores
Langkah pemerintah yang terus memaksakan pembangunan pusat-pusat bisnis pariwisata milik sejumlah perusahaan di dalam habitat Komodo di tengah teguran UNESCO dan penolakan publik tidak saja berbahaya bagi kelangsungan konservasi, tetapi juga merusak potensi dan reputasi pariwisata berkelanjutan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia
Langkah pebisnis asal Bali itu ikut menekan penghasilan 29 keluarga pedagang kecil. Penelusuran Floresa menemukan perbedaan keterangan mengenai batas tanah yang masuk ke dalam sertifikat.
Ketika Rp30 miliar dijulang menjadi patung sementara warga Semau berburu air, yang dibangun bukan kesaksian iman, melainkan monumen bagi matinya nurani kekuasaan.
Warga menyebut pemerintah sudah berulang kali melakukan survei di kawasan Hutan Lindung, sementara mereka belum pernah mendapatkan penjelasan. Kekhawatiran muncul soal dampak proyek terhadap mata air di dataran tinggi yang menghidupi tujuh desa hingga Kota Larantuka.
Karya yang dirintis biarawati asal Jerman pada enam dekade silam itu tetap bergerak dalam tubuh-tubuh yang dirawat, anak-anak yang belajar percaya diri, dan alumni Damian yang melangkah keluar dari panti untuk mandiri menata hidup.