Di tengah perlawanan masyarakat dan teguran UNESCO, PT Komodo Wildlife Ecotourism (PT KWE) sedang ancang-ancang memulai pembangunan pusat bisnisnya di Pulau Padar. Sebuah ancaman nyata terhadap Taman Nasional Komodo dan pariwisata Flores
Langkah pemerintah yang terus memaksakan pembangunan pusat-pusat bisnis pariwisata milik sejumlah perusahaan di dalam habitat Komodo di tengah teguran UNESCO dan penolakan publik tidak saja berbahaya bagi kelangsungan konservasi, tetapi juga merusak potensi dan reputasi pariwisata berkelanjutan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia
Ariman bukan pihak dalam transaksi itu — tapi ia datang bersama ancaman, termasuk menggunakan kendaraan dinas, dan sesama aparat: bukti bahwa di NTT, seragam polisi bisa dipakai untuk membereskan urusan istri.
PT Sumber Jaya Asia sempat menuai kontroversi karena mengantongi izin tambang di kawasan hutan lindung, tetua adat dan lembaga Gereja Katolik menolaknya hingga kini.
Ketika seorang ahli panas bumi UGM berbicara soal pentingnya komunikasi risiko yang berimbang tetapi tidak menyebut satu kata pun tentang gempa picuan — padahal konsensus ilmiah global sudah lama mengakuinya — yang sedang terjadi bukan kelalaian ilmiah, melainkan politik pengetahuan: otoritas akademik dipakai untuk memutuskan bahwa risiko itu boleh ditanggung, oleh orang lain.