Artikel-artikel yang ditulis oleh

Cypri Jehan Paju Dale

2 Artikel

Nasib Pulau Padar dalam Rencana Bisnis PT KWE; Mengapa Sangat Berbahaya Bagi Taman Nasional Komodo dan Pariwisata Indonesia?

Di tengah perlawanan masyarakat dan teguran UNESCO, PT Komodo Wildlife Ecotourism (PT KWE) sedang ancang-ancang memulai pembangunan pusat bisnisnya di Pulau Padar. Sebuah ancaman nyata terhadap Taman Nasional Komodo dan pariwisata Flores

UNESCO Menegakkan Prinsip, Pemerintah Indonesia Ugal-ugalan: Mengapa Konsesi Bisnis di Taman Nasional Komodo Sangat Berbahaya dan Harus Dihentikan?

Langkah pemerintah yang terus memaksakan pembangunan pusat-pusat bisnis pariwisata milik sejumlah perusahaan di dalam habitat Komodo di tengah teguran UNESCO dan penolakan publik tidak saja berbahaya bagi kelangsungan konservasi, tetapi juga merusak potensi dan reputasi pariwisata berkelanjutan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia

Artikel Terbaru

Ariman dan Pertaruhan Integritas Polri

Ariman bukan pihak dalam transaksi itu — tapi ia datang bersama ancaman, termasuk menggunakan kendaraan dinas, dan sesama aparat: bukti bahwa di NTT, seragam polisi bisa dipakai untuk membereskan urusan istri.

Perusahaan Tambang Hadir Lagi di Manggarai, Sosialisasi di Kapela Dibatalkan Pengurus Gereja

PT Sumber Jaya Asia sempat menuai kontroversi karena mengantongi izin tambang di kawasan hutan lindung, tetua adat dan lembaga Gereja Katolik menolaknya hingga kini.

Ahli UGM dan Politik Pengetahuan Geotermal

Ketika seorang ahli panas bumi UGM berbicara soal pentingnya komunikasi risiko yang berimbang tetapi tidak menyebut satu kata pun tentang gempa picuan — padahal konsensus ilmiah global sudah lama mengakuinya — yang sedang terjadi bukan kelalaian ilmiah, melainkan politik pengetahuan: otoritas akademik dipakai untuk memutuskan bahwa risiko itu boleh ditanggung, oleh orang lain.

Bawa Tuak dan Ayam ke Kantor PLN Ruteng, Warga Pedalaman Manggarai Timur Minta Sambungan Listrik 

“Kami tidak punya lampu dan selalu kesulitan karena gelap saat malam hari,” kata warga