Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Floresa

5988 Artikel

Suster Rita, SSpS: Perempuan Pekerja Pub Juga Manusia, Mereka Punya Hak

Stigma terhadap pekerja perempuan kerap menutupi persoalan yang lebih besar: pelanggaran hak, kekerasan, dan dugaan praktik perdagangan orang di balik bisnis hiburan malam.

Rekan Sekamar Meninggal, Pekerja Pub Le Dupar Dipaksa Layani Tamu, Berbohong kepada Polisi

Barang bukti medis diperintahkan dibuang. Pada malam yang sama, mereka harus tetap tersenyum melayani tamu

“Seperti Sapi Perah,” Kisah Pekerja Pub Le Dupar, Labuan Bajo

Sejak hari pertama, langsung ada utang. Diawasi tanpa henti. Dua mantan pekerja mengungkap sistem yang membuat mereka nyaris tak punya jalan keluar — privasi lenyap, gerak dibatasi, rasa takut menghantui setiap hari.

Pejabat KWI Dukung Pesta Babi, Kontras dengan Uskup Merauke: Perbedaan Sikap yang Menguji Arah Keberpihakan Gereja Katolik

Ada jurang antara seruan KWI untuk berpihak pada korban dan pernyataan Uskup Merauke yang menuding film ini sebatas propaganda

Ingatan yang Dibungkam: G30S/PKI, Mei 1998, dan Krisis Kebenaran Historis

Lupa bukan lagi sekadar proses alamiah manusia, tetapi dapat menjadi proyek politik yang disengaja. Negara dapat menentukan apa yang boleh diingat dan apa yang harus dilupakan.

Artikel Terbaru

Mengapa Kami Meliput Perempuan di Pub Le Dupar?

Pekerjaan seseorang tidak pernah menentukan apakah ia layak diperlakukan sebagai manusia. Eksploitasi tetaplah eksploitasi—apa pun seragam yang dikenakan korbannya.

Suster Rita, SSpS: Perempuan Pekerja Pub Juga Manusia, Mereka Punya Hak

Stigma terhadap pekerja perempuan kerap menutupi persoalan yang lebih besar: pelanggaran hak, kekerasan, dan dugaan praktik perdagangan orang di balik bisnis hiburan malam.

Rekan Sekamar Meninggal, Pekerja Pub Le Dupar Dipaksa Layani Tamu, Berbohong kepada Polisi

Barang bukti medis diperintahkan dibuang. Pada malam yang sama, mereka harus tetap tersenyum melayani tamu

“Seperti Sapi Perah,” Kisah Pekerja Pub Le Dupar, Labuan Bajo

Sejak hari pertama, langsung ada utang. Diawasi tanpa henti. Dua mantan pekerja mengungkap sistem yang membuat mereka nyaris tak punya jalan keluar — privasi lenyap, gerak dibatasi, rasa takut menghantui setiap hari.