Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Floresa

6016 Artikel

Membasmi Anjing yang Sudah Vaksin Bukan Solusi Rabies

Ini bukan kelalaian. Ini kebijakan yang amburadul.

Desakan Hentikan Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Merah Putih Menguat Setelah Lima Peserta Tewas

Pemerintah merekrut puluhan ribu sarjana untuk mengelola koperasi desa, lalu mengirim mereka ke barak militer selama sebulan. Lima orang tidak pulang.

Jejak Jefrin Haryanto: dari Psikolog ke Kepala Dinas, Kini Tersangkut Dugaan Korupsi

Di media sosial, ia menyapa publik dengan pesan-pesan tentang kejujuran dan keterbukaan. Di depan wartawan yang menunggunya keluar dari ruang pemeriksaan kejaksaan, ia hanya bilang: "No comment, no comment."

Forum Masyarakat Sipil Dihalau dari Kampus UI, Berlanjut Daring di Tengah Penyempitan Ruang Kebebasan

Pintu kampus dikunci mendadak dini hari, peserta menyebut tekanan seperti ini justu akan semakin membesarkan gerakan perlawanan terhadap rezim otoritarian.

Ariman dan Pertaruhan Integritas Polri

Ariman bukan pihak dalam transaksi itu — tapi ia datang bersama ancaman, termasuk menggunakan kendaraan dinas, dan sesama aparat: bukti bahwa di NTT, seragam polisi bisa dipakai untuk membereskan urusan istri.

Artikel Terbaru

Membasmi Anjing yang Sudah Vaksin Bukan Solusi Rabies

Ini bukan kelalaian. Ini kebijakan yang amburadul.

Tebar Janji Perusahaan Tambang di Reok, Pernyataan Persetujuan Warga Sudah Disiapkan, Nihil Penjelasan Dampak Buruk

Sosialisasi publik pertama itu dikawal aparat TNI, perwakilan perusahaan merupakan warga Reok yang mengklaim bersedia menjadi “kaki tangan” karena kasihan dengan kondisi masyarakat.

Euforia Wisata ke Poco Likang, BBKSDA NTT Akui Belum Kaji Dampak Lingkungan

Ada catatan dari pemerhati lingkungan bahwa aktivitas di kawasan resapan air itu bisa memicu masalah jangka panjang untuk Ruteng dan sekitarnya.

Desakan Hentikan Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Merah Putih Menguat Setelah Lima Peserta Tewas

Pemerintah merekrut puluhan ribu sarjana untuk mengelola koperasi desa, lalu mengirim mereka ke barak militer selama sebulan. Lima orang tidak pulang.