Di media sosial, ia menyapa publik dengan pesan-pesan tentang kejujuran dan keterbukaan. Di depan wartawan yang menunggunya keluar dari ruang pemeriksaan kejaksaan, ia hanya bilang: "No comment, no comment."
Pintu kampus dikunci mendadak dini hari, peserta menyebut tekanan seperti ini justu akan semakin membesarkan gerakan perlawanan terhadap rezim otoritarian.
Ariman bukan pihak dalam transaksi itu — tapi ia datang bersama ancaman, termasuk menggunakan kendaraan dinas, dan sesama aparat: bukti bahwa di NTT, seragam polisi bisa dipakai untuk membereskan urusan istri.
Sosialisasi publik pertama itu dikawal aparat TNI, perwakilan perusahaan merupakan warga Reok yang mengklaim bersedia menjadi “kaki tangan” karena kasihan dengan kondisi masyarakat.