Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Floresa

6012 Artikel

Ariman dan Pertaruhan Integritas Polri

Ariman bukan pihak dalam transaksi itu — tapi ia datang bersama ancaman, termasuk menggunakan kendaraan dinas, dan sesama aparat: bukti bahwa di NTT, seragam polisi bisa dipakai untuk membereskan urusan istri.

Delegitimasi Suara Rakyat dan Pintu Otoritarianisme, Bahaya di Balik Tudingan Prabowo ‘Demo Dibayar’

Di balik pernyataan itu tersimpan pola lama: mengaburkan tuntutan rakyat, menstigma gerakan yang sah, dan menyiapkan jalan bagi pengetatan ruang sipil.

OMK Paroki Fransiskan se-Flores Berkumpul di Ngada, Belajar tentang Persoalan Sosial

Di tengah Flores yang digempur proyek besar dan tekanan pembangunan, mereka memperdalam pemahaman tentang semangat untuk membela masyarakat kecil.

Organisasi Mahasiswa di Manggarai Desak Bupati Buka Hasil Audit Proyek Air Minum Senilai Rp973 Juta

Hampir setahun berlalu, 22 warga Desa Paralando belum juga mendapat akses air bersih

Seriuskah Manggarai Timur Melindungi Anak Korban Kekerasan?

Program diluncurkan, pidato disampaikan, penghargaan Kabupaten Layak Anak diraih — sementara seorang siswi SMP yang hamil akibat pencabulan berulang terus menunggu keadilan, pelakunya masih bebas berkeliaran.

Artikel Terbaru

Ariman dan Pertaruhan Integritas Polri

Ariman bukan pihak dalam transaksi itu — tapi ia datang bersama ancaman, termasuk menggunakan kendaraan dinas, dan sesama aparat: bukti bahwa di NTT, seragam polisi bisa dipakai untuk membereskan urusan istri.

Perusahaan Tambang Hadir Lagi di Manggarai, Sosialisasi di Kapela Dibatalkan Pengurus Gereja

PT Sumber Jaya Asia sempat menuai kontroversi karena mengantongi izin tambang di kawasan hutan lindung, tetua adat dan lembaga Gereja Katolik menolaknya hingga kini.

Ahli UGM dan Politik Pengetahuan Geotermal

Ketika seorang ahli panas bumi UGM berbicara soal pentingnya komunikasi risiko yang berimbang tetapi tidak menyebut satu kata pun tentang gempa picuan — padahal konsensus ilmiah global sudah lama mengakuinya — yang sedang terjadi bukan kelalaian ilmiah, melainkan politik pengetahuan: otoritas akademik dipakai untuk memutuskan bahwa risiko itu boleh ditanggung, oleh orang lain.

Bawa Tuak dan Ayam ke Kantor PLN Ruteng, Warga Pedalaman Manggarai Timur Minta Sambungan Listrik 

“Kami tidak punya lampu dan selalu kesulitan karena gelap saat malam hari,” kata warga