Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Floresa

6079 Artikel

Penggusuran dan Pemidanaan Warga dalam Konflik Nangahale Atas Restu Uskup Maumere

Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.

Ketika Rumah Nyaris Roboh karena Gempa Flores, Pemerintah Mencatatnya Rusak Sedang

Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.

Pantai di Labuan Bajo Bukan Halaman Belakang Investor

Pagar kawat berduri sekitar 800 meter menghambat akses ke Pantai Laing Lewe dan menekan penghidupan 29 keluarga pedagang. Pemerintah Manggarai Barat mengakui pelanggarannya, tetapi membiarkannya tetap berdiri.

Pebisnis Privatisasi Pantai di Labuan Bajo: Labrak Aturan, Pemerintah Gamang

Langkah pebisnis asal Bali itu ikut menekan penghasilan 29 keluarga pedagang kecil. Penelusuran Floresa menemukan perbedaan keterangan mengenai batas tanah yang masuk ke dalam sertifikat.

PLN Siapkan Proyek Geotermal Oka Ile Ange di Tengah Gelombang Penolakan yang Meluas di Flores

Warga menyebut pemerintah sudah berulang kali melakukan survei di kawasan Hutan Lindung, sementara mereka belum pernah mendapatkan penjelasan. Kekhawatiran muncul soal dampak proyek terhadap mata air di dataran tinggi yang menghidupi tujuh desa hingga Kota Larantuka.

Artikel Terbaru

Polres Manggarai: Pelajar yang Ditemukan Meninggal di Kebun adalah Korban Bunuh Diri

Korban sempat menyampaikan niatnya untuk bunuh diri kepada temannya.

Kejaksaan, Gempa, dan Dugaan Korupsi di Manggarai Timur

Gempa dapat menunda pemeriksaan, tetapi Kejaksaan tidak boleh menjadikannya dalih untuk membiarkan penyidikan tanpa arah, tenggat, dan pertanggungjawaban.

Di Nangahale, Anak-Anak Takut kepada Romo, Kelapa, dan Penjara

Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.

Penggusuran dan Pemidanaan Warga dalam Konflik Nangahale Atas Restu Uskup Maumere

Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.