Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Floresa

5977 Artikel

Rektor IFTK Ledalero: Pelarangan “Pesta Babi” Tanda Rezim Otoritarian, Tidak Beradab

Seharusnya pemerintah membangun narasi tandingan atau membuat film baru jika tidak sepakat dengan film yang dibuat masyarakat sipil, ujar guru besar filsafat tersebut.

Operasi Senyap Menghentikan “Pesta Babi” di Flores

Di Flores, sebuah film tentang Papua membuat negara gelisah: sebelum layar dinyalakan, aparat sudah lebih dulu datang untuk mematikannya.

Seruan dari Labuan Bajo Usai Nobar “Pesta Babi”: Vatikan Ambil Sikap atas Krisis Papua

Di tengah friksi yang kasat mata dalam cara uskup di Papua merespons masalah kemanusiaan dan memicu kebingungan, muncul desakan konkret: saatnya Gereja universal berhenti diam, harus mengambil sikap.

Petani dan Pelaku UMKM di Manggarai Barat Promosikan Keragaman Pangan Lokal Lewat Festival 

Festival ini menghadirkan komunitas perempuan petani dari lima desa di Kecamatan Mbeliling dan Komodo

Krisis Ekologi NTT Jadi Sorotan dalam Seminar Nasional Donasi Sampahmu.id

Produksi sampah di Kota Kupang mencapai sekitar 250 ton per hari, kata Ketua Donasi Sampahmu.id

Artikel Terbaru

HGU Bermasalah, Warga Dipidana: DPR RI Desak Hentikan Kriminalisasi dalam Konflik Agraria Nangahale

Selesaikan dulu akar masalahnya, kata Komisi III dalam rapat bersama KPA dan Polda NTT.

Mempertahankan Independensi di Tengah Tekanan

Pesan itu datang tiba-tiba ke ponsel salah satu jurnalis Floresa—mengatasnamakan institusi keamanan, menyertakan data pribadi, dan menuntut agar sejumlah konten dihapus. Ancaman itu ditutup dengan kalimat “proses akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya” jika permintaan tak ditaati.

“Ijazah Bukan Segalanya”: Dosen di Kupang Tantang Mahasiswa Bongkar Cara Belajar yang Eksklusif

“Pengetahuan yang sejati tidak lahir dari lembar ijazah atau transkrip nilai, melainkan dari dialog, pengalaman, dan kebiasaan berpikir reflektif,” katanya

Seberapa Berbahaya Pesta Babi bagi TNI?

Masalah utamanya bukan hanya isi film, melainkan siapa yang berhak menafsirkan pesan dan bagaimana pesan itu dipertarungkan di ruang publik.