Lewat kejadian seorang murid yatim yang kakinya patah, seorang guru merefleksikan tentang semesta, juga Tuhan yang menurutnya kadang berlaku tidak adil. Namun, ia juga segera sadar, bahwa hanya meratapi keadaan tidaklah cukup.
Sampah plastik menjadi masalah global, termasuk di lingkungan sekolah. Langkah mengatasinya bisa dilakukan lewat berbagai hal konkret, demi mendukung keberlanjutan lingkungan.
Di balik pernyataan itu tersimpan pola lama: mengaburkan tuntutan rakyat, menstigma gerakan yang sah, dan menyiapkan jalan bagi pengetatan ruang sipil.