Artikel-artikel yang ditulis oleh

Joe Tkikhau

12 Artikel

‘Perkuat Patroli di Sekitar Pulau Terluar,’ kata Peneliti terkait Penyelundupan Berulang Manusia via Perairan NTT

Lemahnya pengawasan hanya akan “melanggengkan” penyelundupan manusia

Mariance Kabu, Pekerja Migran yang Disiksa di Malaysia: ‘Saya Tunggu Keadilan Itu’

Sidang kasus Mariance yang selamat dari rumah majikan usai melempar selembar surat minta tolong ke tetangga akan diputuskan di Malaysia pada akhir Juni

Berpulangnya Awak Kapal Perikanan Migran Asal NTT di Fiji Masih Menyisakan Pertanyaan bagi Periset, Lembaga Advokasi

Tak jelas jenis obat yang diberikan kapten. Pekerja tetap menjala ikan meski kondisi tubuh terus menurun

KPK Bakal Gelar Perkara Kasus Dugaan Korupsi RS Pratama di TTS di Tengah Bolak-Balik Berkas antara Polisi dan Jaksa

Kelompok masyarakat antikorupsi berharap keterlibatan KPK membuat proses hukum kasus ini segera tuntas

Puluhan Sekolah Negeri di TTS Reyot, Masalah pada Dapodik dan Status Tanah Diklaim Jadi Hambatan untuk Dapat Bantuan

Pemerintah memutuskan memberi bantuan pembangunan gedung salah satu SD usai viral di media sosial

Artikel Terbaru

Rawat Kearifan Lokal dan Cegah Krisis Ekologis, Umat di Keuskupan Labuan Bajo Bakal Gelar Festival 

Kearifan lokal yang terkandung dalam budaya, ekonomi dan ekologi mesti dilestarikan demi menjaga keutuhan dan merawat martabat manusia, kata pastor paroki.

Alasan Kami Mendedikasikan Penghargaan untuk Warga Tonggurambang

ARMA 2026 bukan hanya pengakuan atas kerja redaksi, tetapi juga pengingat bahwa suara warga Tonggurambang harus terus dibawa ke ruang publik. Dari pengalaman mereka, kami belajar bahwa mengabaikan isu ruang hidup warga adalah kegagalan besar jurnalisme.

Liputan Floresa terkait Ekspansi Markas Militer di Flores Raih Penghargaan Jurnalistik Nasional

Liputan tersebut mengangkat sengketa lahan warga yang terancam proyek pembangunan berbagai fasilitas TNI Angkatan Darat di Nagekeo.

Nangahale dan Gereja yang Membiarkan Luka Umatnya

Di pinggir Jalan Trans Flores, warga yang rumahnya diratakan perusahaan milik Gereja menyalakan pelita dan berdoa Rosario. Dari rumah-rumah bambu tanpa listrik, mereka menagih kasih yang terus dikhotbahkan, tetapi absen ketika tanah mereka diperebutkan, martabat mereka diinjak, dan hidup mereka diseret ke meja hijau.