JPIC-OFM Gelar Seminar Tentang “Laudato Si”

Floresa.co – Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) bekerja sama dengan Paroki St Paskalis dan Paroki Hati Kudus Kramat di Jakarta menggelar seminar tentang ensiklik , Laudato Si, Sabtu (31/10/2015).

Acara ini dengan narasumber utama Pastor Martin Harun OFM diikuti sekitar 150 umat dari sejumlah paroki di ibukota.

Pastor Martin merupakan penerjemah Laudato Si ke dalam bahasa Indonesia.

Mantan dosen Kitab Suci di Sekolah Tinggi Driyarkara – Jakarta itu mengatakan, Laudato Si menjadi relevan untuk konteks dunia saat ini, yang dilanda sejumlah .

“Ini menjadi bahan refleksi bagi kita sebagai orang , tetapi juga bagi umat agama lain. Ensklik ini memang tidak hanya menyapa kita orang Katolik. Semua umat dari agam lain juga menjadi sasaran ensiklik ini,” katanya.

“Saya mendesak diadakan dialog baru tentang bagaimana kita membentuk masa depan planet kita. Kita memerlukan percakapan yang melibatkan semua orang, karena tantangan lingkungan yang kita alami, dan akar manusianya, menyangkut dan menjadi keprihatinan kita semua,” lanjutnya.

Eras Baum OFM, yang menjadi moderator diskusi mengatakan, para berkomitmen menyebarluaskan dan mengajak umat untuk mendalami pesan ensklik itu, yang dalam banyak hal diilhami oleh St Fransiskus Assisi.

“Semoga keprihatinan ensiklik ini tidak menjadi keprihatinan paus saja, tapi juga jadi keprihatinan dan kepedulian uskup-uskup, para pastor dan umat beriman semua,” katanya kepada Floresa.co.

Diakon yang juga bekerja di ini mengatakan, komunitas umat Allah di tingkat pribadi, lingkungan, paroki dan keuskupan harus mampu mewujudkan ajakan dan pesan ensiklik ini dan mendengar dengan jelas tangisan bumi, tangisan orang miskin.

“Dan itu hanya bisa kalau para pejabat gereja mulai bergerak mewujudkannya. Semoga fransiskan jadi pelopor yang lebih untuk mewujudkan itu,” ujarnya.

Laudato Si, dikenal sebagai ensiklik yang revolusioner, di mana untuk pertama kalinya, masalah lingkungan hidup dibahas secara khusus, sebagai respon atas yang kian mengkuatirkan. (Ari D/ARL/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di sini. Gabung juga di grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini.

TERKINI

BANYAK DIBACA

BACA JUGA