Asrida Elisabeth, Sutradara Film “Tanah Mama” Itu dari Manggarai

Ketertarikan pada persoalan hak asasi manusia, terutama soal hak-hak perempuan adalah alasan yang mengantarnya ke Papua pada 2011, setelah menamatkan kuliah di Bali.

Selama di Papua, ia bersama Pastor John Djonga Pr, imam kelahiran Nunur, Manggarai Timur, yang dikenal sebagai aktivis HAM karena keteguhan komitmennya melayani warga di daerah-daerah pelosok.

“Sambil membantu pater, saya belajar tentang situasi dan persoalan-persoalan di sana. Kebetulan saya sangat tertarik dengan isu-isu perempuan,” kata Asrida kepada Floresa.co.

Pastor John yang semula hadir sebagai katekis di Bumi Cenderawasih itu tapi kemudian memilih menjadi imam, adalah sosok yang dikagumi, sekaligus tempat belajar bagi Asrida.

Halosina, potret perempuan Papua

Apa yang disajikan dalam film Tanah Mama bukanlah fiksi.  “Ini kisah nyata hidup orang yang kemudian saya pinjam untuk dijadikan film, demi menyampaikan pesan tertentu”, katanya.

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA