Penguburan Patung Bunda Maria Jadi Kontroversi, Uskup Labuan Bajo Sebut Praktik yang Diakui dalam Gereja

Patung itu dikubur pada 2 April oleh umat Katolik di Kuwus

Floresa.co – Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus meminta tidak mempersoalkan peristiwa penguburan Patung Bunda Maria oleh salah satu umatnya yang kemudian memicu kontroversi setelah viral di media sosial.

Penguburan patung, katanya, merupakan bagian dari tradisi Gereja Katolik. 

“Dalam tradisi Gereja ada kebiasaan barang-barang rohani yang rusak atau tidak digunakan lagi, bisa dikuburkan” katanya pada 4 April.

Penguburan patung itu terjadi pada 2 April di Kampung Nggawut, Desa Lawi Kecamatan Kuwus. 

Berdasarkan informasi yang ditelusuri Floresa, patung itu dikubur oleh seorang ibu di Kampung Nggawut karena kondisi bagian bawahnya sudah rusak. 

Sebelum penguburan, ibu itu sempat berkonsultasi dengan Romo Ompi Lasma Latu, imam Katolik yang juga Ketua Komisi Kerohanian Keuskupan Ruteng.

Warga lainnya yang menemukan patung itu berteriak dan meminta polisi untuk bertindak. 

Polres Manggarai Barat mendatangi lokasi setelah informasi itu viral di media sosial. Lima orang yang terlibat dalam penguburan itu sempat diamankan polisi untuk mencegah potensi terjadinya kemarahan umat Katolik.

Uskup Maksimus berkata, tradisi penguburan patung atau benda rahani yang rusak dikenal sebagai sacrarium yang dilakukan dalam tata cara yang baik sesuai tradisi. 

Ia pun berharap, peristiwa itu “tidak usah ditafsirkan secara luas, secara lebar” yang bisa mengganggu suasana menjelang Paskah. 

Ia pun meminta umatnya agar ke depan jika hendak melakukan penguburan seperti itu mesti berkoordinasi dengan pastor paroki “sehingga pelaksanaannya tidak menimbulkan penafsiran” macam-macam.

Editor: Herry Kabut

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA