militerisasi Flores

Artikel-artikel terkait topik ini

Empat Alasan Uskup Agung Ende Tolak Pembangunan Markas Militer Besar-besaran di Flores

Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, membeberkan empat alasan mengapa militerisasi Flores tidak dapat dibenarkan — dari absennya justifikasi yang jelas hingga ancaman terhadap tanah dan demokrasi. "Apa alasannya? Saya tidak melihat alasan yang cukup untuk menghadirkan kekuatan militer sebesar itu," tegasnya.

Uskup di Flores Bicara Lugas Soal Bahaya Militerisasi

"Masyarakat Flores membutuhkan ruang hidup. Itulah kebutuhan paling mendasar yang harus dijamin,” kata Uskup Paulus Budi Kleden, SVD.

Uskup Agung Ende: Militerisasi Flores ‘Sangat Mencemaskan’

Dalam wawancara khusus dengan Floresa, ia menegaskan tidak melihat alasan yang cukup untuk kehadiran masif militer di Flores, memperingatkan agar "persoalan ini harus kita hadapi dengan serius.”

Jejak Sengketa Tanah Warga vs TNI di Nagekeo

Dokumen rencana pembangunan oleh Pemerintah Nagekeo menunjukkan perbedaan sejarah antara versi pemerintah dan yang diakui masyarakat. Bukan hanya soal angka dan tahun yang berbeda — dokumen itu juga mencatat beberapa upaya pelepasan lahan oleh Pemda di luar Tonggurambang untuk kebutuhan TNI.

Gereja Katolik di Flores Turun Langsung Lawan Ekspansi Militer

Para pastor, suster dan umat Katolik memilih berpihak kepada warga yang tanahnya terancam.

Flores Jadi Pusat Militer Baru: Rencana Besar, Pertanyaan yang Belum Dijawab

Dalam rencana ini, Nagekeo dirancang menjadi garnisun militer terbesar di Indonesia Timur.