Sudah Dapat Pengganti Dokter Anestesi yang Sedang Cuti, RSUD Borong Koreksi Surat Pemberitahuan Layanan Operasi 

Layanan medis dapat kembali berjalan normal mulai 8 September, kata staf Humas rumah sakit itu

Floresa.co – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong di Kabupaten Manggarai Timur mengoreksi surat pemberitahuan ketiadaan layanan operasi yang terbit empat hari sebelumnya, mengklaim sudah mendapatkan pengganti bagi dokter anestesi yang sedang cuti.

Meilani Galis, staf Humas di rumah sakit itu mengklaim pelayanan operasi dan perawatan intensif hanya ditutup sementara pada 5-7 September.

Selama periode tersebut, kata dia, pasien yang membutuhkan tindakan operasi, termasuk bedah sesar (SC) serta pasien dengan kasus interna, obstetri dan ginekologi yang membutuhkan perawatan intensif tetap akan dilayani seperti biasa.

Ia mengklaim pihaknya sudah mendapatkan kepastian hadirnya dokter anestesi pengganti sehingga layanan medis dapat kembali berjalan normal mulai 8 September.

“Kami sudah mendapat kepastian dokter anestesi dengan keahlian yang sama yang akan menggantikan sementara dokter anestesi kita yang izin di RSUD Borong,” katanya pada 5 September seperti dilansir Victorynews.id. 

Ia menambahkan dokter yang bersangkutan tidak meninggalkan tugas secara permanen, melainkan sedang mengajukan izin karena urusan penting.

Pernyataan Meilani menganulasi surat pemberitahuan pelayanan operasi bernomor: UM.090/RSUD/1177/IX/2025 yang diteken direktur rumah sakit itu, Dokter Kresensia Nensy pada 2 September.

Dalam surat tersebut, Kresensia memberitahukan mulai 5-14 September, pihaknya belum bisa menerima rujukan pasien dari puskesmas dan rumah sakit terdekat terutama pasien dengan tindakan operatif (SC dan bedah lainnya) karena ketiadaan dokter spesialis anestesi dan terapi intensif. 

Selama periode tersebut, kata dia, pihaknya juga belum bisa melayani pasien kasus interna, anak, obstetri dan ginekologi yang membutuhkan perawatan intensif. 

Surat itu ditujukan kepada kepala puskesmas se-Kabupaten Manggarai Timur, RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. 

Tembusan surat juga disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Dokter Surip Tintin.

Berbicara kepada Floresa pada 4 September, Tintin berkata, kekosongan tenaga anestesi di RSUD Borong terjadi karena dokter spesialis sedang cuti.

“Kami sudah meminta puskesmas untuk merujuk pasien ke rumah sakit tetangga. Kita tidak bisa memaksa rawat di RSUD Borong dengan situasi dokter spesialis tidak ada,” katanya.

Selama periode tersebut, kata Titin aktivitas operasi memang tidak bisa dilakukan, tetapi layanan perawatan non-operasi tetap berjalan. 

“Untuk jangka panjang, Dinas Kesehatan akan menambah jumlah dokter spesialis anestesi di RSUD Borong,” katanya.

Alexander Michael Joseph Saudale, dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Borong sempat mengkritisi tata kelola rumah sakit itu pada April.

Ia menyampaikan hal tersebut melalui sebuah surat yang dikirim kepada Kresensia Nensy pada 28 April.

Tembusan surat itu ditujukan kepada Andreas Agas dan Salesius Medi – bupati dan Ketua DPRD Manggarai Timur.

Dalam surat itu, ia menyoroti berbagai soal, termasuk absennya dokter anestesi yang sejak 16 April bepergian ke Korea. 

Alex beralasan, protesnya pada manajemen rumah sakit itu, termasuk soal dokter anestesi karena berkaitan dengan “keselamatan pasien.”

Masyarakat “bisa saja tidak mendapatkan penanganan yang sesuai kompetensi” dan berpotensi melanggar aturan.

Nensy merespons kritik tersebut dengan mengirimkan surat kepada Alex yang menyatakan bahwa dokter tersebut tidak lagi menerima gaji, terhitung sejak 1 Mei.

Nensy beralasan Alex “mengabaikan panggilan tertulis pertama, kedua, serta panggilan lisan melalui telepon dan pesan WhatsApp.” 

Ia tidak merinci soal waktu pemanggilan itu dan alasannya.

Editor: Herry Kabut

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA