‘Lihat Baik-Baik Bupati yang Terhormat,’ Kemarahan Warga Manggarai Timur Usai Pamannya Meninggal di Jalan Rusak Parah Menuju Puskesmas

Keluarga warga itu memperingatkan Bupati Andreas Agas agar memperbaiki kondisi jalan tersebut yang sudah berulang kali diusulkan dalam Musrenbangcam

Floresa.co – Seorang warga di Kabupaten Manggarai Timur, NTT meninggal dalam perjalanan sebelum tiba di puskesmas, tempat ia seharusnya mendapat pertolongan.

Keluarganya menyatakan kekesalan terhadap pemerintah karena jalan menuju fasilitas kesehatan yang rusak parah itu membuat mobil pikap yang mengantar pasien kesulitan melintasinya.

Dalam sebuah video yang diunggah di Facebooknya pada 25 Februari, sopir yang mengendarai mobil itu mengungkap kekesalannya kepada Bupati Andreas Agas yang tak kunjung memperbaiki jalan tersebut.

Lelo dedia lehau e Ande Agas, lelo, Bupati Manggarai Timur yang terhormat. Amang daku, pasien daku leso ho mata one salang gara-gara salang hot toe ma jiri bail, lelo, mata ga’a one salang daku amang leso ho, lelo,” ujar sopir itu, dengan nama akun Facebook Anchyk Guanteng.

Ucapan Anchyk tersebut dalam Bahasa Manggarai mengingatkan Agas bahwa pamannya harus meninggal gara-gara jalan yang rusak parah.

Dalam video tersebut, tampak pasien itu bersama sejumlah anggota keluarganya berada dalam mobil pikap berwarna hitam.

Bagian lainnya memperlihatkan momen saat kendaraan kesulitan melaju pada jalan berlumpur.

Dalam takarir video, Anchyk menulis, “Minta maaf Om, ini sudah melebihi batas kemampuan saya. Selamat jalan Om.”

Camat Lamba Leda Timur, Rikardus R. Yasman mengaku telah mengetahui peristiwa tersebut yang terjadi di Kampung Rangkeng, Desa Golo Lero.

Pasien yang berasal dari Kampung Pandang, Desa Arus itu, kata dia, meninggal sekitar pukul 10.30 Wita dalam perjalanan menuju Puskesmas Lawir.

Berdasarkan keterangan petugas kesehatan di puskesmas, katanya, warga itu meninggal karena gangguan pernapasan yang diderita sekitar satu tahun terakhir.

Rikardus mengakui kondisi jalan di lokasi kejadian memang rusak parah.

“Tahun ini menjadi tahun ketiga kami usulkan dalam Musrenbangcam sebagai skala prioritas untuk diperbaiki oleh pemerintah daerah,” katanya kepada Floresa pada 26 Februari.

Pasien asal Kampung Pandang, Desa Arus, Kecamatan Lamba Leda Timur meninggal di dalam mobil pikap pada 25 Februari 2026. (Tangkapan layar dari Facebook Ancyk Guanteng)

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Manggarai Timur, Ferdinandus Membok mengakui bahwa ruas jalan di wilayah Lamba Leda Timur, khususnya akses menuju fasilitas kesehatan, masih menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Menurutnya, terdapat sejumlah titik kerusakan yang menghambat mobilitas warga, terutama saat keadaan darurat atau cuaca ekstrem.

Pemerintah daerah, klaimnya, berkomitmen memperbaiki infrastruktur tersebut secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran. 

Ia  menyebut kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat berdampak pada “belum tertanganinya seluruh ruas jalan strategis, termasuk akses menuju puskesmas.”

Kendati demikian, ia berjanji akan berupaya mencari sumber pendanaan lain, baik melalui Dana Alokasi Khusus, maupun Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah.

“Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk mencari solusi jangka pendek maupun pengusulan anggaran pada tahun berjalan atau tahun mendatang,” katanya.

Ferdinandus mengklaim mengapresiasi kontrol sosial masyarakat melalui media sosial, menyebutnya sebagai pengingat bagi pemerintah untuk terus bekerja memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar warga. 

Ia juga menyampaikan “duka cita yang mendalam” atas meninggalnya pasien tersebut.

“Kami memahami kesedihan yang dialami keluarga dan masyarakat Desa Arus atas kejadian ini,” katanya.

Editor: Herry Kabut

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA