Artikel-artikel yang ditulis oleh

Tim Floresa

6073 Artikel

Liputan Floresa terkait Ekspansi Markas Militer di Flores Raih Penghargaan Jurnalistik Nasional

Liputan tersebut mengangkat sengketa lahan warga yang terancam proyek pembangunan berbagai fasilitas TNI Angkatan Darat di Nagekeo.

Taman Nasional Mutis Timau: Saat Konservasi Membuka Pintu Investasi

Di lereng Gunung Mutis, patok-patok listrik yang semula dibaca warga sebagai tanda pembangunan membuka kecemasan baru. Kabar tentang akses energi dikaitkan dengan perubahan status hutan adat menjadi taman nasional, rencana pembiayaan konservasi, dan masuknya investasi ke ruang hidup yang selama ini mereka jaga.

Proyek Jalan Watu Cie-Deno, Manggarai Timur: Kualitas Diragukan, Kontraktornya Punya Jejak Buruk

Proyek jalan bernilai Rp14,29 miliar ini berada dalam pendampingan kejaksaan. Dinas PUPR belum memberi penjelasan, DPRD belum cek.

Saat Gempa Flores Menjadi Panggung MBG

Presentasi Bupati Nagekeo di hadapan Prabowo menunjukkan bagaimana derita korban gempa dapat tersisih oleh narasi keberhasilan MBG yang belum sepenuhnya teruji.

Relawan Tim Respons Cepat Gempa Flores yang Tertimpa Pohon Jalani Operasi Lengan 

Berry Bambar, mahasiswa berusia 18 tahun, kecelakaan saat sedang menyalurkan bantuan dari Tim Respons Cepat Gempa Flores.

Artikel Terbaru

Alasan Kami Mendedikasikan Penghargaan untuk Warga Tonggurambang

ARMA 2026 bukan hanya pengakuan atas kerja redaksi, tetapi juga pengingat bahwa suara warga Tonggurambang harus terus dibawa ke ruang publik. Dari pengalaman mereka, kami belajar bahwa mengabaikan isu ruang hidup warga adalah kegagalan besar jurnalisme.

Liputan Floresa terkait Ekspansi Markas Militer di Flores Raih Penghargaan Jurnalistik Nasional

Liputan tersebut mengangkat sengketa lahan warga yang terancam proyek pembangunan berbagai fasilitas TNI Angkatan Darat di Nagekeo.

Nangahale dan Gereja yang Membiarkan Luka Umatnya

Di pinggir Jalan Trans Flores, warga yang rumahnya diratakan perusahaan milik Gereja menyalakan pelita dan berdoa Rosario. Dari rumah-rumah bambu tanpa listrik, mereka menagih kasih yang terus dikhotbahkan, tetapi absen ketika tanah mereka diperebutkan, martabat mereka diinjak, dan hidup mereka diseret ke meja hijau.

Putuskan Mutasi Anak ke Sekolah Lain, Orang Tua di Manggarai Trauma Usai Bentrokan Antarkampung

Sambil menunggu keputusan Dinas PPO, guru menggelar kelas darurat di rumah adat.