Artikel-artikel yang ditulis oleh

Rosis Adir

Jika Logika Hukum Jaksa Berlaku Umum, Jutaan Warga Akan Bernasib Sama seperti Gregorius Jeramu

Kasus pidana yang kini dialami Gregorius Jeramu [62], warga di Kabupaten Manggarai Timur karena menjual tanahnya yang tidak memiliki sertifikat menjadi preseden buruk yang berpotensi menjerat jutaan warga lainnya, demikian kata seorang aktivis sosial

Penasehat Hukum Gregorius Jeramu Apresiasi Rencana Majelis Hakim Lakukan Pemeriksaan Setempat Tanah Terminal Kembur

Menurut penasehat hukum, pemeriksaan setempat akan membantu majelis hakim "memperoleh keyakinan yang utuh dalam memutuskan perkara ini melalui pembuktian yang lengkap dan sempurna."

Komnas HAM Dalami Aduan Terkait Gregorius Jeramu, Tersangka Kasus Terminal di Manggarai Timur

Mengadu ke Komnas HAM merupakan bagian dari langkah mencari keadilan bagi keluarga dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap Gregorius Jeramu, pemilik lahan yang jadi tersangka karena menjual tanah yang belum memiliki sertifikat kepada pemerintah.

Kami Rela Mati demi Anak Cucu, Cerita Perempuan Wae Sano yang Tolak Proyek Geothermal

"Sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan generasi baru, kami sangat khawatir dengan masa depan anak cucu kami," kata seorang ibu di Desa Wae Sano terkait ancaman proyek geothermal.

Ngamen dan Jual Karcis Nonton Piala Dunia, Cara Warga Galang Dukungan untuk Gregorius Jeramu Melawan ‘Ketidakadilan Hukum’

"Kami datang meminta dukungan bapak ibu semua untuk sama-sama melawan ketidakadilan hukum terhadap masyarakat kecil, khususnya bagi Bapak Gregorius Jeramu," kata Ibeth Kana, koordinato aksi ngamen.

Jelang Sidang Perdana Kasus Terminal Kembur, Istri Gregorius Jeramu Gelar Ritual Sumpah Adat

Sofia Nimul, yang didampingi anak dan kerabatnya menggelar ritual sumpah adat menjelang sidang perdana Gregorius di Pengadilan Tipikor Kupang pada Kamis, 17 November 2022

Polemik Penetapan Tersangka Kasus Terminal di Manggarai Timur: Kepala Kejaksaan Didesak Dicopot, Warga Diminta Ajukan Praperadilan

Aksi protes terus dilakukan warga, termasuk dengan berunjuk rasa pada Senin, 7 November 2022 di kantor Kejari Manggarai.

“Apa Salah Suami Saya?” Isteri Gregorius Jeramu Pertanyakan Penetapan Tersangka Suaminya

"Kami dengan segala niat baik dan ketulusan hati telah merelakan tanah itu dijual untuk kepentingan umum. Mengapa pemerintah membalas kebaikan kami dengan kejahatan?” kata Sofia Nimul, istri Gregorius Jeramu

Protes Terhadap Penetapan Tersangka Gregorius Jeramu Berlanjut, Warga Gelar Aksi Damai di Borong

Demonstran menuding penetapan tersangka Gregorius Jeramu merupakan "bentuk diskriminasi hukum terhadap masyarakat kecil yang tidak mengerti hukum."

Gelar Aksi Bakar Lilin dan Doa, Warga di Manggarai Timur Protes Penetapan Tersangka Gregorius Jeramu dalam Kasus Terminal Kembur

"Peristiwa yang dialami Bapak Gregorius adalah ancaman nyata bagi kita di kemudian hari. Bagaimana mungkin, kita sebagai pemilik yang menjual tanah menjadi tersangka. Tentu ini tidak diterima secara akal sehat," kata salah seorang orator.

Pekerja Migran dari Flores: Lebih Memilih Jalur Ilegal ke Malaysia, Terus Rentan Jadi Korban Perdagangan Manusia

Terhimpit masalah ekonomi di kampung halaman, setiap bulan ratusan warga dari Flores berangkat ke Malaysia menjadi pekerja migran melalui jalur ilegal. Meski beresiko tinggi bagi keselamatan dan rentan menjadi korban perdagangan manusia, praktik ini terus terjadi, sementara pemerintah terkesan membiarkannya. Selama tiga bulan terakhir, Floresa.co menginvestigasi masalah ini.

Korban “Tragedi Rabu Berdarah” yang Dilupakan Negara

Sejumlah petani dari Colol yang ikut dalam aksi demonstrasi di Ruteng pada Rabu, 10 Maret 2004 ditembak aparat, dalam peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Rabu Berdarah. Sebagian dari mereka meregang nyawa, yang lainnya harus berjuang hidup dengan kondisi cacat permanen dan trauma yang terus menghantui. Artikel ini memuat kisah korban tragedi itu dan bagaimana mereka dilupakan negara.

Saat Generasi Penenun Songke Semakin Tua, Karya Intelektual Perempuan Adat Manggarai ini Kian Suram

Rendahnya penghasilan dari menenun, membuat sejumlah ibu-ibu penenun muda di Lamba Leda Utara berhenti dari pekerjaan tersebut. Dan biasanya, di antara mereka memilih merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

Polemik Penetapan Tersangka Kasus Terminal di Manggarai Timur: Kepala Kejaksaan Didesak Dicopot, Warga Diminta Ajukan Praperadilan

Aksi protes terus dilakukan warga, termasuk dengan berunjuk rasa pada Senin, 7 November 2022 di kantor Kejari Manggarai.

Jika Logika Hukum Jaksa Berlaku Umum, Jutaan Warga Akan Bernasib Sama seperti Gregorius Jeramu

Kasus pidana yang kini dialami Gregorius Jeramu [62], warga di Kabupaten Manggarai Timur karena menjual tanahnya yang tidak memiliki sertifikat menjadi preseden buruk yang berpotensi menjerat jutaan warga lainnya, demikian kata seorang aktivis sosial

Kami Rela Mati demi Anak Cucu, Cerita Perempuan Wae Sano yang Tolak Proyek Geothermal

"Sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan generasi baru, kami sangat khawatir dengan masa depan anak cucu kami," kata seorang ibu di Desa Wae Sano terkait ancaman proyek geothermal.

Penasehat Hukum Gregorius Jeramu Apresiasi Rencana Majelis Hakim Lakukan Pemeriksaan Setempat Tanah Terminal Kembur

Menurut penasehat hukum, pemeriksaan setempat akan membantu majelis hakim "memperoleh keyakinan yang utuh dalam memutuskan perkara ini melalui pembuktian yang lengkap dan sempurna."

Komnas HAM Dalami Aduan Terkait Gregorius Jeramu, Tersangka Kasus Terminal di Manggarai Timur

Mengadu ke Komnas HAM merupakan bagian dari langkah mencari keadilan bagi keluarga dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap Gregorius Jeramu, pemilik lahan yang jadi tersangka karena menjual tanah yang belum memiliki sertifikat kepada pemerintah.

Protes Terhadap Penetapan Tersangka Gregorius Jeramu Berlanjut, Warga Gelar Aksi Damai di Borong

Demonstran menuding penetapan tersangka Gregorius Jeramu merupakan "bentuk diskriminasi hukum terhadap masyarakat kecil yang tidak mengerti hukum."

Ngamen dan Jual Karcis Nonton Piala Dunia, Cara Warga Galang Dukungan untuk Gregorius Jeramu Melawan ‘Ketidakadilan Hukum’

"Kami datang meminta dukungan bapak ibu semua untuk sama-sama melawan ketidakadilan hukum terhadap masyarakat kecil, khususnya bagi Bapak Gregorius Jeramu," kata Ibeth Kana, koordinato aksi ngamen.

Pekerja Migran dari Flores: Lebih Memilih Jalur Ilegal ke Malaysia, Terus Rentan Jadi Korban Perdagangan Manusia

Terhimpit masalah ekonomi di kampung halaman, setiap bulan ratusan warga dari Flores berangkat ke Malaysia menjadi pekerja migran melalui jalur ilegal. Meski beresiko tinggi bagi keselamatan dan rentan menjadi korban perdagangan manusia, praktik ini terus terjadi, sementara pemerintah terkesan membiarkannya. Selama tiga bulan terakhir, Floresa.co menginvestigasi masalah ini.

Korban “Tragedi Rabu Berdarah” yang Dilupakan Negara

Sejumlah petani dari Colol yang ikut dalam aksi demonstrasi di Ruteng pada Rabu, 10 Maret 2004 ditembak aparat, dalam peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Rabu Berdarah. Sebagian dari mereka meregang nyawa, yang lainnya harus berjuang hidup dengan kondisi cacat permanen dan trauma yang terus menghantui. Artikel ini memuat kisah korban tragedi itu dan bagaimana mereka dilupakan negara.

Gelar Aksi Bakar Lilin dan Doa, Warga di Manggarai Timur Protes Penetapan Tersangka Gregorius Jeramu dalam Kasus Terminal Kembur

"Peristiwa yang dialami Bapak Gregorius adalah ancaman nyata bagi kita di kemudian hari. Bagaimana mungkin, kita sebagai pemilik yang menjual tanah menjadi tersangka. Tentu ini tidak diterima secara akal sehat," kata salah seorang orator.

“Apa Salah Suami Saya?” Isteri Gregorius Jeramu Pertanyakan Penetapan Tersangka Suaminya

"Kami dengan segala niat baik dan ketulusan hati telah merelakan tanah itu dijual untuk kepentingan umum. Mengapa pemerintah membalas kebaikan kami dengan kejahatan?” kata Sofia Nimul, istri Gregorius Jeramu

Jelang Sidang Perdana Kasus Terminal Kembur, Istri Gregorius Jeramu Gelar Ritual Sumpah Adat

Sofia Nimul, yang didampingi anak dan kerabatnya menggelar ritual sumpah adat menjelang sidang perdana Gregorius di Pengadilan Tipikor Kupang pada Kamis, 17 November 2022
13 Articles written

Baca Juga

Jelang Hari HAM, Sejumlah Organisasi Unjuk Rasa Tuntut Keadilan di Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Maumere

Mereka mengangkat sejumlah kasus seperti pembunuhan berencana di Wolomarang, perdagangan 17 anak di sejumlah tempat hiburan malam di Maumere, dan korupsi dana Bantuan Tidak Terduga di BPBD Sikka.

Memikirkan Ulang Strategi Melawan Pencaplokan Sumber Daya dalam Pariwisata Super Premium di Flores

Di tengah penetrasi kapitalisme melalui berbagai kebijakan pembangunan oleh pemerintah di sektor pariwisata di Flores, diperlukan usaha untuk memikirkan dan menata kembali strategi kekuatan rakyat

Pohon Proyek KSPN;  Dibeli 5 Juta Per Batang dari Luar Labuan Bajo, Kini Dimusnahkan di Dekat Pemakaman Umum

Dicita-citakan untuk mempercantik Labuan Bajo, banyak dari pohon-pohon yang didatangkan dari daerah lain itu mati dan dibakar, sementara yang lainnya sudah mulai mengering. Ini adalah bagian dari proyek pemerintah pusat.

KUHP yang Disahkan di Tengah Banjir Kritik; Ancaman Serius yang Gerus Sendi Demokrasi

Klaim bahwa pengesahan KUHP ini merupakan momen bersejarah reformasi hukum pidana di Indonesia, "adalah sebuah dusta besar dari sebuah rezim yang tidak ragu untuk memangkas hak-hak warganya dengan keji untuk melanggengkan kekuasaan.”

Jika Logika Hukum Jaksa Berlaku Umum, Jutaan Warga Akan Bernasib Sama seperti Gregorius Jeramu

Kasus pidana yang kini dialami Gregorius Jeramu [62], warga di Kabupaten Manggarai Timur karena menjual tanahnya yang tidak memiliki sertifikat menjadi preseden buruk yang berpotensi menjerat jutaan warga lainnya, demikian kata seorang aktivis sosial

Dari Relokasi Warga hingga Kenaikan Drastis Tarif Masuk; Kontroversi-kontroversi Gubernur Laiskodat di TN Komodo

Sejak memimpin NTT pada 2018, Gubernur Laiskodat melahirkan sejumlah kebijakan di TN Komodo yang memicu gejolak perlawanan. Selain karena mengancam keberadaan penduduk di dalam kawasan, juga karena dianggap tidak mengakomodasi aspirasi dari para pelaku wisata setempat.