Ketika Uskup Maksimus Regus menyatakan bahwa "pariwisata boleh berkembang, tetapi ciptaan tidak boleh rusak," ia kiranya sedang meletakkan syarat moral yang tidak bisa ditawar: pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan integritas ekologis yang menjadi fondasi kehidupan bersama
Ketika suara masyarakat diabaikan, transparansi dikesampingkan, dan relasi kuasa menjadi timpang, maka pembangunan proyek tersebut kehilangan legitimasi moralnya