Survei: NTT, Papua dan Lampung Alami Kekurangan Gizi

Ilustrasi
Ilustrasi

.co – Survei terbaru yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan 2014, menunjukkan provinsi mengalami kekurangan kalori dan protein terbanyak. Ketiganya lain Provinsi (NTT), Papua dan Lampung.

penelitian itu dirilis di Jakarta, Senin (29/12/2014), beserta dengan 173 hasil penelitian lainnya selama .

Sementara itu, tiga provinsi yang paling sedikit mengalami kekurangan kalori dan protein adalah , Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Kondisi kekurangan kalori dinyatakan dengan menggunakan batasan apabila asupan kalori kurang dari 70 persen Angka Kecukupan Energi (AKE) sedangkan kekurangan protein adalah jika asupannya kurang dari 80 persen Angka Kecukupan Protein (AKP).

Survei dilakukan Balitbangkes terhadap 46.238 rumah tangga di 497 kabupaten/kota di 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Sebanyak 2.372 pengumpul data di lapangan mewawancarai 161.291 individu untuk mengumpulkan informasi kondisi kecukupan gizi masyarakat Indonesia dan potensi keterpaparan masyarakat terhadap cemaran berbahaya pada makanan yang dikonsumsinya.

Secara nasional, proporsi kurang kalori dan protein adalah sebesar 29,4 persen.

Survei juga menemukan bahwa sumber kalori utama masyarakat Indonesia merupakan serealia dan umbi-umbian dengan konsumsi serealia tertinggi adalah disusul mi, olahan terigu, terigu, olahan beras serta dan olahannya.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan akan menggunakan hasil penelitian tersebut untuk mengambil kebijakan yang dibutuhkan di bidang kesehatan masyarakat.

“Langkah ke depan, kami sosialisasikan (hasil penelitian). Misal Studi Diet Total, kita akan berikan pengertian ke pemerintah bagaimana memberikan pengertian masyarakat bahwa kesehatan itu yang utama,” ujar Menkes.

Dengan memberdayakan masyakarat dan memberikan pengetahuan memadai, diharapkan masyarakat akan dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizinya sendiri beserta keluarganya.

“Kita tinggal di negara subur, kenapa tidak mau berusaha sendiri. Sayur mayur misalnya, kan bisa ditanam di halaman rumah. Ini harus ada tindakan untuk mengubah ‘mindset' kita untuk sehat,” kata Menkes. (ARL/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di sini. Gabung juga di grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini.

TERKINI

BANYAK DIBACA

BACA JUGA