Dengan kata lain, saat ngopi kita juga meneguk sensasi kemewahan dan prestise sebagai kaum yang berkelas.

Kasus kematian Mirna di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia jika dibaca secara lurus memang murni kriminalisasi semata.

Namun, persoalan gaya hidup adalah salah satu jawaban mengapa kematian tragis ini terjadi di ruang publik seperti Kafe Oliver, juga mengapa sianida itu tidak disematkan pada minuman lain yang mungkin secara sosial tidak berkelas.

Di balik kematian Mirna  terselip pesan bahwa di tengah persaingan dunia yang makin candu dengan aneka kemewahan dan simbol, kita sebaiknya berhati-hati. Kita tidak pernah tahu apakah di balik secangkir kopi yang kita minum mengandung sensasi kenikmatan atau racun penyalur maut.

Penulis tinggal di Kupang, meminati isu-isu sosial politik

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA