Warga Manggarai Timur Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Trans Flores

BMKG telah menetapkan status potensi hujan lebat dan angin kencang di kawasan itu hingga 10 Maret

Floresa.co – Seorang warga Kabupaten Manggarai Timur tewas tertimpa pohon tumbang saat mengendarai sepeda motor di Jalan Trans Flores pada 9 Maret pagi.

Ia sedang melewati ruas jalan dari arah Borong ke Ruteng, tepatnya di Dusun Ulung Laing, Desa Bangka Pau, Kecamatan Lamba Leda Selatan saat salah satu pohon tumbang ke badan jalan sekitar pukul 05.45 Wita.

Peristiwa itu terjadi saat angin kencang disertai hujan gerimis. 

Korban bernama Lodovikus Odung (50) itu merupakan ASN PPPK dan berdomisili di Kampung Rama, Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.

Ia sedang dalam perjalanan menuju tempat tugasnya di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Ia pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 oleh pengguna jalan lain yang langsung melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center 110 Polres Manggarai Timur.

Kepala Pos Polisi Mano, Bripka Alexandrea Riberu bersama Kepala Puskesmas Mano, Paskalis Jangkar dan anggota Intel Kodim 1612 Manggarai kemudian melakukan pengecekan lapangan.

“Kami datang ke lokasi dan langsung mengevakuasi korban,” kata Alexandrea kepada Floresa.

Saat ditemukan, kata dia, korban masih tertimpa pohon ampupu yang diperkirakan seberat sekitar 500 kilogram. 

Floresa mendapat video amatir yang memperlihatkan korban dengan sepeda motornya tertimpa pohon itu.

Usai evakuasi selama sekitar 15 menit, kata Alexandrea, jenazah diantar dengan ambulans ke Puskesmas Mano untuk visum, pembersihan dan pemeriksaan medis lanjutan.

Kepala Puskesmas Paskalis Jangkar berkata, hasil visum menunjukkan korban mengalami luka berat pada bagian belakang kepala sebelah kanan, telinga mengeluarkan darah, memar pada perut bagian kanan, patah tulang dan luka robek pada lengan atas siku kanan serta patah tulang pada betis kanan.

Pada pukul 11.00, jenazah korban diantar ke rumah duka di Kampung Rama untuk disemayamkan.

Peristiwa itu terjadi di tengah kondisi cuaca buruk yang melanda sebagian besar kabupaten di NTT sejak awal bulan ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang telah merilis prakiraan hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat hingga 10 Maret.

Kondisi itu dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional seperti menguatnya Monsun Asia, aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) serta keberadaan sistem tekanan rendah di wilayah Darwin, Australia bagian utara.

Hal ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah NTT, menurut BMKG.

Editor: Anno Susabun

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA