Tiga Tahun Rusak, Warga di Ibu Kota Manggarai Timur Swadaya Perbaiki Irigasi

Pemerintah daerah beralasan infrastruktur pertanian itu merupakan kewenangan pusat

Floresa.co – Setelah rusak sejak tiga tahun lalu, para petani di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur memperbaiki saluran irigasi secara swadaya dengan urunan.

Mereka memperbaiki Daerah Irigasi Wae Bobo 1 yang mengaliri persawahan Loba, Kelurahan Rana Loba itu pada 15 April. Letaknya sekitar 750 meter dari pusat pemerintahan di Lehong.

Adolf Jadi, salah satu petani berkata, kerusakan saluran irigasi pada 2023 menyebabkan sebagian area persawahan diperkirakan mencapai 10 hektare, tidak bisa ditanami padi.

Kerusakannya kala itu, kata Adolf kepada Floresa, karena warga yang kesulitan air bersih membendung saluran tersebut “untuk mandi dan mencuci kendaraan.”

Lahan yang terdampak berada di sepanjang lereng Rana Loba hingga Loba Koe.

“Hasil panen kami menurun,” katanya, sementara beberapa petani yang memiliki modal lebih banyak masih bisa menyedot air menggunakan mesin.

Hal yang membuatnya heran adalah perbaikan infrastruktur tersebut tak kunjung dilakukan, kendati “material seperti pasir sempat diantar ke lokasi, namun tidak digunakan.”

“Katanya terbentur aturan, tapi kami tidak tahu aturan apa,” katanya.

Irigasi Wae Bobo 1 rusak sejak 2023. (Dokumentasi Nansi Taris)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai Timur, Ferdinandus Membok membenarkan perbaikan sudah dilakukan secara swadaya oleh petani.

Ia tak merespons saat ditanya mengapa perbaikan baru dilakukan sekarang dan secara swadaya, menyarankan Floresa mengonfirmasi ke Kepala Bidang Sumber Daya Air, Heronimus Namu.

Heronimus mengklaim, dinas baru mengetahui kerusakan itu pada 13 April, setelah mendapat informasi dari petani.

“Kami langsung berkoordinasi dengan tenaga OP (Operasi dan Pemeliharaan) untuk penelusuran dan dengan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) persawahan Loba,” katanya. 

Hasil koordinasi itu, katanya, P3A bersama petani sudah mengumpulkan material untuk kerja bakti.

Ia juga berkata, daerah irigasi Wae Bobo 1 merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 

Di sisi lain, Adolf berkata, petani sebenarnya siap memperbaiki secara swadaya sejak awal, asalkan ada respons cepat dari pengurus dan pihak terkait.

“Kalau swadaya, kami siap. Tapi harus cepat ditanggapi,” katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan jaringan irigasi baru, tetapi juga memperbaiki yang sudah rusak.

“Benahi dulu yang sudah rusak,” katanya.

Editor: Anno Susabun

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA