Artikel-artikel yang ditulis oleh

Berno Jani

5 Artikel

Broken Strings dan Cara Kerja Kekuasaan

Memoar Broken Strings tidak sekadar menghadirkan kisah personal, tetapi membuka ruang refleksi bagi kita tentang bagaimana kekuasaan itu bekerja secara “halus dan menyakitkan” dalam relasi sehari-hari, seperti lewat child grooming

Natal dan Tanggung Jawab Ekologis

Natal di tengah krisis ekologis bukanlah perayaan yang kehilangan makna, melainkan momen reflektif yang menantang umat beriman untuk mereformulasi relasi antara iman dan tanggung jawab ekologis

Kekerasan Seksual yang Dirasionalisasi Kampus

Mengapa kekerasan seksual tetap hadir di ruang yang mengajarkan etika? Mengapa trauma masih diproduksi di tempat yang mengklaim dirinya sebagai ruang pencerahan?

Apa yang Bisa Kita Harapkan dari Paus Leo XIV?

Ia telah memilih nama yang mengingatkan kita pada Bapak Ajaran Sosial Gereja Paus Leo XIII dan dalam pernyataannya memberi sinyal akan meneruskan semangat Paus Fransiskus

Warisan Spirit Paus Fransiskus untuk Pertobatan Struktural Gereja Katolik di Flores

Ketika tangis warga menjadi doa dan altar kembali menjadi ruang keadilan, Gereja tidak sedang runtuh, ia sedang dibangun kembali: lebih murni, lebih sejati, dan lebih dekat dengan Kristus yang hadir dalam mereka yang disingkirkan

Artikel Terbaru

Warisan Aktivisme dan Kontroversi: Mengenang Pater Marsel Agot SVD

Ia dikenang sebagai aktivis lingkungan dan kemanusiaan, namun juga meninggalkan jejak kontroversi karena sejumlah sengketa tanah di Labuan Bajo

MPMX Luncurkan Program Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Messah, Manggarai Barat

Pada tahap awal, perusahaan ini menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang

Kontroversi Ulat pada Menu MBG di Lembata: SPPG Diduga Ganti Daging Saat Klarifikasi di Hadapan Pemda dan Aparat

“Saya sumpah, saya lihat sendiri kejadian itu,” kata guru, merespons klaim berbeda pihak SPPG

Ketika Pakaian yang Kita Kenakan Diam‑Diam Menggerogoti Tubuh: Awasan dari Film “Menolak Punah”

Film ini tidak memerintah penonton untuk segera berubah, tetapi meninggalkan kegelisahan yang sulit dihapus—tentang apa yang kita kenakan, kita cuci, kita buang, dan tanpa sadar kita wariskan