Ketika Rp30 miliar dijulang menjadi patung sementara warga Semau berburu air, yang dibangun bukan kesaksian iman, melainkan monumen bagi matinya nurani kekuasaan.
Penulis mengingatkan survei kepuasan publik Pemprov NTT bisa saja merupakan gambaran palsu dan angka statistik tidak mewakili kondisi kesejahteraan masyarakat
Momen ketika seorang bupati keluar dari kantornya dengan muka merah, lalu memimpin sendiri barisan penghadang, adalah sinyal kuat bahwa kekuasaan tak lagi dikelola dengan kesadaran
Masalah mendasar di Pulau Kera bukan semata soal rencana relokasi, melainkan cara kekuasaan bekerja—baik secara halus maupun terang-terangan—untuk meminggirkan komunitas pesisir atas nama pembangunan
Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.
Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.
Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.