Artikel-artikel yang ditulis oleh

Ernestus Holivil

5 Artikel

Yesus Mati di Semau

Ketika Rp30 miliar dijulang menjadi patung sementara warga Semau berburu air, yang dibangun bukan kesaksian iman, melainkan monumen bagi matinya nurani kekuasaan.

80,5 Persen dan Ilusi Kepuasan Publik

Penulis mengingatkan survei kepuasan publik Pemprov NTT bisa saja merupakan gambaran palsu dan angka statistik tidak mewakili kondisi kesejahteraan masyarakat

Bupati Sampah dan Krisis Telinga Kekuasaan

Momen ketika seorang bupati keluar dari kantornya dengan muka merah, lalu memimpin sendiri barisan penghadang, adalah sinyal kuat bahwa kekuasaan tak lagi dikelola dengan kesadaran

Pulau Kera dan Reklamasi Kekuasaan

Masalah mendasar di Pulau Kera bukan semata soal rencana relokasi, melainkan cara kekuasaan bekerja—baik secara halus maupun terang-terangan—untuk meminggirkan komunitas pesisir atas nama pembangunan

Intelektual Blanko dan Proyek Geotermal di Flores

Jika kampus memilih untuk netral dalam situasi ketimpangan, maka sesungguhnya ia sedang berpihak pada penindas

Artikel Terbaru

Di Nangahale, Anak-Anak Takut kepada Romo, Kelapa, dan Penjara

Rumah mereka dirobohkan, kakek mereka dipenjara, dan sekolah terhenti. Bagi anak-anak Nangahale, konflik agraria hadir dalam puing rumah, larangan memetik kelapa, serta perjalanan rutin ke rutan. Nama anak-anak dalam laporan ini disamarkan untuk melindungi mereka.

Penggusuran dan Pemidanaan Warga dalam Konflik Nangahale Atas Restu Uskup Maumere

Warga Nangahale berdoa bagi keluarga mereka yang dipidana oleh korporasi Gereja Katolik dalam konflik agraria yang menguji batas kesetiaan mereka dengan Tuhan dan luka mereka terhadap institusi Gereja.

Ketika Rumah Nyaris Roboh karena Gempa Flores, Pemerintah Mencatatnya Rusak Sedang

Warga terdampak gempa Flores di Manggarai Barat mempertanyakan verifikasi kerusakan rumah yang menentukan bentuk dan nilai bantuan. Sebagian tak mengetahui adanya masa sanggah, sementara pemerintah menyatakan data akhir tak dapat ditinjau kembali.

‘Broken Strings’ dan Keberanian Perempuan Melawan Kekerasan Seksual

Kekerasan kerap menyamar sebagai cinta; memoar Aurelie Moeremans membongkar jerat itu dan menunjukkan mengapa suara korban tak boleh lagi dibungkam.