Sekalipun perempuan berani bersuara, keberanian itu sering dibalas dengan stigma. Mereka dicap “perusak nama baik”, “pencari sensasi”, atau “perempuan tidak bermoral”.
Surat pengunduran dirinya ditulis tangan dari posko pengungsian warga di salah satu desa. Klarifikasi dan permohonan maaf disampaikan bersama Wakil Bupati dan Sekda.
Presentasi Bupati Nagekeo di hadapan Prabowo menunjukkan bagaimana derita korban gempa dapat tersisih oleh narasi keberhasilan MBG yang belum sepenuhnya teruji.