Seperti Apa Nasib Dugaan Korupsi Lando-Noa di 2016?

Apakah dugaan korupsi Lando-Noa akan bernasib serupa? Belum tahu. Yang pasti 2015 sudah berakhir dan pengusutan kasus ini belum tuntas.

Kapolres AKBP Supyanto pernah berjanji untuk memeriksa sejumlah saksi lainnya dalam kasus ini setelah proses Pilkada.

Ketika pada 8 Desember lalu meninjau persiapan Pilkada Mabar Kapolda NTT, Brgijen Pol Endang Sunjaya juga berjanji serupa.

“Penangan kasus-kasus korupsi yang melanda calon-calon bupati akan dilanjutkan setelah proses pemilihan kepala daerah,” ujar Endang.

Ia mengatakan, pengusutan kasus-kasus korupsi yang melibatkan kandidat dilakukan setelah Pilkada untuk menjaga netralitas Polri dalam hajatan politik lima tahunan itu.

Endang mengatakan bila si calon terpilih, maka pengusutan kasusnya tetap berjalan.

”Apabila kandidat tersebut dipilih tetap akan diproses. Kita pasti proses, sekalipun dia terpilih, kita proses untuk membuktikan, kan sekarang masih praduga,” ujarnya.

Bila kepolisian konsisten dengan janjinya, maka dipastikan 2016 nanti, pengusutan dugaan korupsi Lando-Noa bakal memasuki episode yang tidak kalah serunya.

Nama-nama beken yang sempat disingggung pada episode pemeriksaan September lalu, diperkirakan bakal dipanggil untuk memberikan keterangan di meja penyidik. (Ferdinand Ambo/Sirilus Ladur/Petrus/PTD/ARL/Floresa)

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA