Rp 25 Miliar Lebih Uang Beredar Selama Festival Komodo

Labuan Bajo, Floresa.co – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Theodorus Suardi mengatakan jumlah kunjungan wisatawan manca negara (Wisman), wisatawan nusantara (Wisnu) dan wisatawan lokal (Wislok), saat penyelanggaran Festival Komodo selama sebulan belakangan meningkat.

Bahkan jumlah uang beredar selama pelaksanaaan Festival Komodo mencapai Rp 25 miliar lebih. Uang tersebut bersumber dari pengeluaran wisatawan selama berkunjung di Labuan Bajo.

Saat konferensi pers di Patung Caci, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Jumat 3 Maret 2017, Suardi menjelaskan, data yang dihimpun Dinas Pariwisata Mabar, tercatat jumlah kunjungan wisatawan periode bulan Januari sampai Februari 2017 sebanyak 14.506 wisatawan.

“Kunjungan Wisman mencapai 8.761, mencapai target 87,61 persen. Lalu, Wisnu mencapai 5.745, mencapai target 114,9 persen. Secara keseluruhan mencapai 96,70 persen dari target wisatawan yang ditetapkan sebanyak 15.000 wisatawan,” ujarnya.

“Jumlah kunjungan yang dimaksud tercatat yang berkunjung ke Loh Liah, Loh Buaya dan Batu Cermin,” lanjutnya.

Menurut Suardi, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, terdapat kenaikan jumlah kunjungan wisatawan.

“Terdapat kenaikan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 6.856 yang terdiri dari Wisman naik 3.926, Wisnu dan Wislok naik sebesar 2.933 wisatawan,” jelasnya.

Suardi membeberkan berdasarkan kunjungan tersebut, jika dikonvensikan ke dalam perhitungan jumlah uang yang beredar di Labuan Bajo yang bersumber dari wisatawan selama periode Januari – Februari 2017 adalah length of stay, 4,7 kali pengeluaran rata-rata wisatawan Rp. 800.000 per hari lalu dikali jumlah wisatawan yaitu 14.506.

Dari situ didapatkan hasil sebesar Rp. 54. 542. 560.000. Jumlah tersebut lebih besar dari jumlah uang yang beredar pada periode yang sama tahun 2016 sejumlah Rp. 28. 752.720.00.

“Jika dihitung khusus untuk dampak Festival Komodo tahun 2017 Rp 25.798.840.000 atau mengalami kenaikan uang beredar Rp. 47,28 persen dari periode yang sama tahun 2016,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Dula menambahkan, selama tahun 2017, selain Festival Komodo yang tengah digelar, masih ada 2 agenda besar yang akan digelar dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendukung upaya pemerintah pusat yang sudah menenetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata baru di Indonesia.

”Usai Festival Komodo ini, pada bulan Juli mendatang masih ada dua kegiatan besar yakni Carnaval Budaya dan Petualangan Alam Komodo,” ujarnya. (Ferdinand Ambo/ARJ/Floresa).

 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Polisi di Flores Buru Frater Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Penetapan status buron terjadi usai terduga pelaku menghilang sejak kasus ini dilaporkan ke polisi pada tahun lalu

Politik Uang dan Barang: Mengukur Massa Rakyat dan Politisi

Politik semacam ini dilakukan hanya menjelang proses pemungutan suara, ibarat barter suara, bukan sebuah kerja jangka panjang dalam rangka misi kemanusiaan yang berkelanjutan. 

Kebocoran Gas yang Meracuni 123 Warga Kembali Terjadi di Lokasi Proyek Geotermal di Sumatera, Milik Perusahaan yang Punya Relasi dengan PLTP di Flores

Perusahaan tersebut tercatat telah sembilan kali mengalami kecelakaan, termasuk kebocoran gas. Perusahaan ini punya kaitan dengan PLTP Sokoria di Kabupaten Ende.

Mahasiswa di Yogyakarta Galang Dana untuk Bantu Warga Adat di Sumba yang Rumahnya Terbakar

Sebanyak 10 rumah tradisional milik warga adat di Kampung Paletelolu, Kampung Baru, Kabupaten Sumba Barat terbakar pada 17 Februari

Caleg di Manggarai Timur Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Termasuk Penggelembungan Suara

Seorang Caleg ditulis mendapat 77 suara, padahal seharusnya 68. Petugas kemudian melakukan koreksi usai diprotes saksi