Floresa.co – Warga di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat bergotong royong membangun jaringan perpipaan air minum dibantu oleh salah satu LSM.
Mereka kecewa karena bupati dan salah satu anggota DPRD tak kunjung menepati janji membantu mereka menyediakan fasilitas tersebut.
Warga Dusun Wae Tulu, Kelurahan Tangge itu mengerjakan fasilitas tersebut pada 1-6 November.
Abdul Kadri, salah satu warga berkata, mereka membentangkan pipa sepanjang satu kilometer dari bak induk yang juga berada di dusun tersebut.
Bak tersebut dibangun 20 tahun lalu melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat.
“Bak tersebut sudah tidak berfungsi maksimal karena sudah tua, banyak yang bocor,” katanya pada 7 November.
Abdul berkata, mereka juga telah membangun tempat untuk menyimpan toren atau tandon air yang berjumlah lima unit.
Untuk sementara pengerjaan belum bisa dilanjutkan karena mobilisasi material terhenti akibat hujan.
“Warga hanya membantu bekerja” sedangkan bahan-bahannya merupakan bantuan dari LSM Komodo Water, katanya.
Komodo Water yang dibentuk pada 2012 punya misi membangun akses terhadap air bersih dan terjangkau bagi desa-desa di Taman Nasional Komodo dan Flores.
Abdul berkata, lembaga tersebut juga membantu pengadaan satu unit pompa air karena dusun tersebut berada di tempat yang lebih tinggi dari mata air.
Rencananya, kata dia, lembaga tersebut akan menyedot air di Kali Wae Tulu yang selama ini dipakai warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Selama bertahun-tahun, katanya, warga harus berjalan kaki untuk menimba air di kali itu yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kampung.
“Tidak hanya orang tua, anak-anak juga harus timba air dulu sebelum ke sekolah. Setiap jam enam pagi mereka sudah ada di kali,” katanya.
“Tiap pagi mereka bawa dua jerigen. Sepulang sekolah juga mereka pergi timba air untuk kebutuhan malam dan keesokan pagi. Hampir tidak ada waktu bermain bagi anak-anak,” tambahnya.

Bupati dan DPRD Hanya Janji
Abdul berkata, Bupati Edistasius Endi dua kali berjanji membangun jaringan perpipaan di dusun tersebut.
Janji itu pertama kali muncul saat Edi kampanye pilkada di dusun tersebut pada 2020.
Namun, “hingga periode pertama berakhir, janji tersebut tidak kunjung ditepati.”
Saat maju pilkada 2024, kata Abdul, Edi kembali menggelar kampanye di dusun tersebut dan kembali mengumbar janji yang sama “sehingga kami kembali memilih dia.”
“Dia itu dua kali menang dan dia dapat suara terbanyak di dusun ini,” katanya.
Abdul berkata, janji yang sama juga disampaikan oleh Yopi Widiyanti, anggota DPRD yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Manggarai Barat.
Saat kampanye di dusun tersebut pada 2024, katanya, Yopi juga berjanji akan membangun jalan.
Ia mengklaim telah menyampaikan aspirasi tersebut saat musyawarah di tingkat kelurahan dan kecamatan, tetapi tidak ada hasil.
“Janjinya tidak ditepati. Mereka bilang tunggu tahun depan. Setelah itu, tahun depannya lagi. Saya harap mereka akan tepati janji tersebut,” katanya.
Floresa meminta tanggapan Edi, namun, ia tak merespons, demikian juga dengan Yopi.
Editor: Herry Kabut




