Polres Sikka Tahan Polisi yang Mabuk Miras dan Aniaya Perempuan dengan Senjata Laras Panjang

Penganiayaan terjadi pada 30 November

Floresa.co – Polres Sikka menahan salah satu anggotanya yang mabuk dan menganiaya dua warga menggunakan senjata laras panjang.

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam), Fransiskus Somba Say berkata, Bripka Akmal Fajri Suksin, anggota Satuan Polairud ditahan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan melalui mekanisme disiplin dan kode etik profesi Polri, termasuk tindak pidana.

“Kami pastikan, setiap anggota yang melanggar—apalagi dalam kondisi dipengaruhi alkohol dan melakukan kekerasan—akan diproses tegas tanpa kompromi. Polri hadir untuk melindungi, bukan menyakiti masyarakat,” katanya dalam keterangan pada 2 Desember.

Fransiskus berkata, penahanan terhadap Akmal dilakukan sesaat setelah dilaporkan menganiaya Hartina, perempuan berusia 29 tahun dan saudaranya, Yardi. Kedua korban merupakan warga Kelurahan Uneng, Kecamatan Alok. 

Hartina melaporkan Akmal di Unit Propam pada 30 November sekitar pukul 17.00 Wita.

Merespons laporan itu, katanya, tim Unit Propam langsung menuju lokasi untuk mengamankan pelaku dan menyita senjata api laras panjang jenis SSI.

“Ini bentuk komitmen Polri untuk bertindak cepat, tegas, dan transparan,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra berkata, kasus itu bermula Akmal yang dalam kondisi mabuk miras mendatangi rumah kedua korban pada 30 November sambil menenteng senjata.

Akmal kemudian memukul Hartina menggunakan popor senjata hingga menyebabkan luka dan memar pada jari tengahnya. 

Akmal juga sempat menyerang Yardi dan merusak pintu rumah.

Henry berkata, korban sempat mengadukan kasus tersebut melalui aplikasi resmi Propam Polri dengan kode D3GM30NO.

Karena itu, ia mengapresiasi korban yang berani melaporkan kasus tersebut sembari berjanji “setiap laporan pasti ditindaklanjuti sesuai ketentuan.”

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melapor jika melihat anggota Polda NTT melakukan pelanggaran.

“Laporkan kepada kami. Polda NTT selalu terbuka dan siap menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat. Kami ingin membangun Polri yang humanis, transparan dan dipercaya,” katanya.

Editor: Ryan Dagur

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img