Sample Tag Page Title

Artikel-artikel terkait topik ini

Delegitimasi Suara Rakyat dan Pintu Otoritarianisme, Bahaya di Balik Tudingan Prabowo ‘Demo Dibayar’

Di balik pernyataan itu tersimpan pola lama: mengaburkan tuntutan rakyat, menstigma gerakan yang sah, dan menyiapkan jalan bagi pengetatan ruang sipil.

Polisi di Manggarai Barat Dilaporkan ke Propam terkait Dugaan Intimidasi Warga yang Jual Tanah dengan Istrinya

Propam bakal menginterogasi polisi tersebut, dilanjutkan dengan sidang etik jika terbukti

OMK Paroki Fransiskan se-Flores Berkumpul di Ngada, Belajar tentang Persoalan Sosial

Di tengah Flores yang digempur proyek besar dan tekanan pembangunan, mereka memperdalam pemahaman tentang semangat untuk membela masyarakat kecil.

Menjaga Pers Independen, Menjaga Hak Publik

Kita butuh pers independen yang merekam kenyataan warga, bukan versi yang dipoles oleh siaran pers korporasi atau pidato pejabat.

Polda NTT Klaim Profesional Tangani TPPO, Aktivis Mahasiswa Ingatkan Bongkar Sindikatnya

GMKI menyatakan selama ini publik lebih banyak menyaksikan penangkapan perekrut di lapangan, sopir, penampung, atau pihak yang berperan dalam proses pengiriman korban, sementara sindikatnya tak tersentuh

Organisasi Mahasiswa di Manggarai Desak Bupati Buka Hasil Audit Proyek Air Minum Senilai Rp973 Juta

Hampir setahun berlalu, 22 warga Desa Paralando belum juga mendapat akses air bersih

Viral Dugaan Kedaluwarsa Minyak Goreng Bantuan di Manggarai, Bulog Klaim Warga Salah Baca Keterangan di Kemasan

Pemerintah desa memutuskan menarik minyak goreng tersebut, Perum Bulog menyatakan menggantinya

Seriuskah Manggarai Timur Melindungi Anak Korban Kekerasan?

Program diluncurkan, pidato disampaikan, penghargaan Kabupaten Layak Anak diraih — sementara seorang siswi SMP yang hamil akibat pencabulan berulang terus menunggu keadilan, pelakunya masih bebas berkeliaran.

Dalam Bayang-Bayang Pembangunan: Membaca Flores Hari Ini Lewat “Krisis Kebebasan” Albert Camus

Kebebasan bukanlah hadiah cuma-cuma, tapi hak yang harus terus diperjuangkan. Camus menyoroti bagaimana penindasan penguasa dan rezim totaliter membungkam nurani, pers, dan masyarakat.