Floresa.co – Seorang kernet truk dinyatakan tewas usai tenggelam di perairan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat pada 19 Maret.
Dalam keterangan yang diperoleh Floresa, Kepala Satuan Pengamanan Objek Vital Polres Manggarai Barat, Abnel Tamonob berkata, peristiwa tersebut bermula ketika Kapal Niki Mila Utama merapat di dermaga sekitar pukul 13.30 Wita.
Kapal tersebut, kata dia, tengah transit dalam pelayaran panjang menuju Surabaya.
Saat proses bongkar muat, katanya, korban yang berinisial R (21 tahun) bersama dua rekannya, Karolus Kewa Biha (24 tahun) dan Randi (23 tahun) memutuskan untuk berenang.
Ketiganya merupakan warga asal Kabupaten Ende dan Nagekeo “yang sedang dalam perjalanan mengadu nasib menuju Pulau Jawa.”
“Namun, sekitar pukul 14.15, R yang baru saja melompat ke laut tidak kunjung muncul kembali ke permukaan,” katanya.
Menyadari ada yang tidak beres, kata Abnel, rekan-rekan korban mulai panik dan berteriak meminta tolong kepada petugas keamanan.
“Ada teman kami yang tenggelam. Dia melompat tadi, tapi tidak muncul-muncul lagi ke atas,” kata Abnel, menirukan pinta seorang rekan R kepada petugas.
Merespons informasi itu, kata Abnel, timnya bersama TNI Angkatan Laut dan petugas PT Pelindo segera menyisir titik koordinat terakhir korban terlihat.
Sekitar pukul 14.30, kata dia, tim gabungan itu berhasil mengangkat tubuh korban dari dasar air.
“Saat dievakuasi, yang bersangkutan sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” katanya.
Abnel berkata, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo di mana tim medis di instalasi gawat darurat langsung melakukan resusitasi (mengembalikan fungsi nafas dan sirkulasi darah yang terhenti) selama hampir satu jam.
Namun, kata dia, nyawa pemuda itu tidak dapat diselamatkan.
“Pukul 15.15, kami menerima informasi resmi dari pihak rumah sakit bahwa upaya penyelamatan telah maksimal, namun korban dinyatakan meninggal dunia,”katanya.
Saat ini, kata Abnel, jenazah korban masih disemayamkan di rumah sakit tersebut sembari menunggu proses koordinasi dengan pihak keluarga untuk pemulangannya.
“Rencananya, (jenazah korban) akan dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halamannya untuk dimakamkan,” katanya.
Pascakejadian itu, kata Abnel, pihaknya mengimbau agar seluruh penumpang selalu menaati aturan keselamatan yang ada.
“Jangan melakukan aktivitas berbahaya seperti berenang atau melompat ke laut di area dermaga, terutama saat proses bongkar muat sedang berlangsung karena arus dan kondisi di bawah dermaga bisa sangat tidak terduga,” katanya.
Editor: Herry Kabut




