Artikel-artikel yang ditulis oleh

Fransiskus Pahing

100 Artikel

Janji Batal Mutasi Jadi Alasan Mantan Kepala Sekolah di Manggarai Melunak Usai Lakukan Protes dengan Mengunci Ruang Kelas

Ia menyatakan akan kembali mengunci ruang kelas apabila bupati memutasinya ke lokasi yang jauh dari sekolah tempatnya bertugas saat ini

Tidak Terima Dicopot, Mantan Kepala Sekolah di Manggarai Kunci Semua Ruang Kelas, Boikot Ujian

Kepala sekolah yang dilantik dua tahun lalu memilih mengunci ruang kelas hingga jam sekolah usai

Pemkab Manggarai Terbitkan Keputusan Baru: 8 Nakes Sukarela Murni yang Diberhentikan dari RS Pratama Reo Dikembalikan ke Puskesmas

Dinas Kesehatan menyatakan dengan kembali ke Puskesmas mereka masih bisa dapat “uang, walaupun sedikit”

Kembalikan Utuh Uang Nasabah di Manggarai yang Dipotong untuk Asuransi, BRI Sebut ‘Tidak Ada Persoalan Lagi’

Pegawai BRI Cabang Ruteng telah menemui nasabah yang uangnya dipotong pada 20 Maret

Tiba-tiba Diberhentikan, Nakes Sukarela Murni di RS Pratama Reo Kecewa dengan Pemkab Manggarai

Bukan upah, melainkan perasaan kehilangan peluang kerja sebagai ASN yang bikin sukarelawan kecewa

Artikel Terbaru

Pria di Manggarai Menagih Janji Polisi Ungkap Pemicu Kematian Misterius Istrinya

“Jangan sampai karena kami miskin, lalu perkara ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan,” kata suami Restina Tija, perempuan yang jasadnya ditemukan dalam kondisi tak wajar pada September 2025.

Polisi Akhirnya Tetapkan Pemilik Pub di Sikka Tersangka Kasus TPPO

Andi Wonasoba dan isterinya MAAR terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda hingga Rp5 miliar

Sulit Antar Pasien Kritis ke Rumah Sakit, Warga Pulau Komodo Desak Pemerintah Segera Perbaiki ‘Ambulans Laut’ yang Rusak 

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat menyebut kendala anggaran membuat mereka belum bisa meningkatkan kapasitas mesin speedboat yang biasa warga pakai sebagai ambulans untuk sampai ke Labuan Bajo

Puluhan Guru Sekolah Swasta di Manggarai Barat Minta Pemerintah Hapus Aturan yang Larang Mereka Jadi PPPK

Mereka mengaku menerima upah yang "hanya cukup untuk mempertahankan hidup"