Bupati Manggarai Berharap Pesawat AirAsia QZ8501 Segera Ditemukan

Bupati Manggarai Cristian Rotok
Bupati Manggarai Cristian Rotok

Floresa.co – Bupati Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur Christian Rotok mengharapkan Pesawat AirAsia QZ8501 segera ditemukan. Pesawat dengan rute penerbangan Surabaya menuju Singapura ini hilang kontak sejak Minggu (28/12/2014) pagi.

“Kita berharap semoga pesawat tersebut segera ditemukan,” ujar Rotok sebagaimana dilansir oleh Kompas.com pada Senin (29/12/2014).

Harapan tersebut, katanya senada dengan harapan keluarga dari enam penumpang asal Manggarai yang melakukan penerbangan dengan pesawat tersebut.

Sebagaimana diketahui, dari 155 penumpang yang ikut pesawat AirAsia QZ8501, enam di antaranya berasal dari Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Enam orang tersebut yakni Ratna Sari Ria, Kaylee C Djomi, Martinus Djomi, Fandi Santoso, Karina Santoso dan Nikolas Theo Santoso.

“Mereka adalah pengusaha keturunan Tionghoa yang memiliki toko di Ruteng dan Reo,” tuturnya.

Rotok mengaku bahwa dirinya bersama sejumlah staf langsung mendatangi kediaman enam orang warga tersebut begitu mengetahui ada warganya yang menjadi penumpang pesawat itu. Namun, rumah mereka masih tertutup rapat.

“Tadi malam (Minggu malam) kami mendatangi rumah para korban yang berada di Ruteng dan di Reo, namun rumah dalam keadaan tertutup. Mereka semua satu keluarga dan mungkin mereka semua sedang berlibur ke Surabaya dan merayakan Tahun Baru di Singapura,” ungkapnya. (TIN/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Mahasiswa di Yogyakarta Galang Dana untuk Bantu Warga Adat di Sumba yang Rumahnya Terbakar

Sebanyak 10 rumah tradisional milik warga adat di Kampung Paletelolu, Kampung Baru, Kabupaten Sumba Barat terbakar pada 17 Februari

Caleg di Manggarai Timur Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Termasuk Penggelembungan Suara

Seorang Caleg ditulis mendapat 77 suara, padahal seharusnya 68. Petugas kemudian melakukan koreksi usai diprotes saksi

Bagaimana Ketimpangan Agraria Memicu Migrasi Warga  NTT?

Migrasi warga NTT ke berbagai daerah, termasuk ke luar negeri sebagai buruh migran bukan sekedar pilihan individu, tetapi dipicu ketimpangan agraria di wilayah pedesaan

[Hoaks] Pesan Berantai Pendaftaran Penerima Bansos Tambahan El Nino

Kementerian Sosial telah merespons pesan tersebut, menyebutnya sebagai hoaks