Biaya Kirim Sapi dari Kupang ke Jakarta Rp 1,25 Juta Per Ekor

SapiFloresa.co – Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Thobias Uly mengatakan, biaya pengiriman ternak sapi dari NTT ke Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta mencapai Rp1.250.000 per ekor.

“Biaya pengiriman ini memang lebih tinggi dari biaya pengiriman ternak sapi ke Kalimantan yang hanya sebesar Rp850.000 per ekor,” kata Thobias Uly, di Kupang, Rabu terkait keluhan mengenai tingginya biaya pengiriman ternak ke DKI Jakarta.

Dia mengakui biaya pengiriman ke Jakarta lebih tinggi dan risiko kaki atau tangan patah bahkan mati lebih tinggi daripada ke Kalimantan. Itulah sebabnya kata dia, para pengusaha lebih cenderung mengirim ke Kalimantan.

Pasar utama perdagangan ternak sapi dari Provinsi NTT adalah DKI Jakarta, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Selama lima tahun terakhir ini, para pengusaha lebih cenderung mengirim ternak ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, karena dari segi bisnis lebih menguntungkan.

“Selain biaya pengiriman, harga berat hidup di Jakarta mencapai Rp45.000 per ekor, sementara di Kalimantan Rp35 ribu per ekor,” katanya.

Mengenai kuota antarpulau, dia mengatakan, NTT selalu memasok sapi potong sekitar 15 persen lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan.

Pada tahun 2014 misalnya, jatah antarpulau ternak dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk daerah tujuan DKI Jakarta, Kalimantan Timur dan Jawab Barat sebanyak 64.000 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari sapi 53 ribu ekor, kerbau 6.000 ekor dan kuda 5.000 ekor.

Jatah antarpulau ternak tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya nomor 3 tertanggal 6 Januari 2014.

Namun, dalam kegiatan antarpulau, jumlah pengiriman ternak dari daerah itu selalu lebih dari jatah yang sudah ditetapkan, kata Thobias Uly.

Mengenai kesiapan daerah, dia mengatakan, sebagai salah satu daerah penyanggah kebutuhan daging nasional, NTT harus bisa memenuhi kuota tersebut, dengan menerapkan kebijakan di dalam daerah, antara lain peningkatan populasi dan penggemukan.

Menurutnya, dalam surat keputusan tersebut, juga melarang agar tidak boleh mengirim sapi betina produktif dan pengiriman sapi bali, khususnya berat badannya di atas 275 kg serta sapi ongole di atas 300 kg.

Ke depan, tambahnya, secara bertahap Pemerintah Provinsi NTT bertekad untuk secara bertahap mengurangi pengiriman ternak hidup, tetapi mengirim daging segar yang higienis dan halal.

“Dalam hubungan itu, pemerintah telah berencana membangun Rumah Potong Hewan (RPH) yang representatif guna mendukung kebijakan tersebut di Kupang dan Waingapu dengan menggandeng investor bidang peternakan,” katanya.

Selain itu, telah dibangun industri pengolahan daging beku di Desa Oben, Kupang, oleh pengusaha asal Jakarta.

“Pembangunan industri pengolahan daging ini, juga merupakan salah satu bagian dari upaya mengurangi pengiriman ternak hidup ke luar NTT,” katanya. [Ant/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Virus ASF Kembali Serang Babi di Manggarai Barat, Warga yang Rugi Hingga Ratusan Juta Berharap Pemerintah Tak Sekadar Beri Imbauan

Selama beberapa tahun terakhir, virus ini terus muncul dan tidak ada upaya penanganan yang signifikan 

Polisi Sudah Tangkap Frater Tersangka Kasus Pelecehan Seksual, Sedang Dibawa ke Ngada, Flores

Floresa.co - Polisi mengonfirmasi sudah menangkap frater tersangka kasus pelecehan seksual di seminari di Flores yang sebelumnya jadi buronan. Frater Engelbertus Lowa Soda, kata Iptu Sukandar, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Ngada ditangkap pada 29 Februari...

Pemerintah Manggarai Barat Salurkan Bantuan untuk Cegah Stunting dan Dukung Tumbuh Kembang Anak

Kabupaten itu mencatat tren penurunan angka stunting pada tiga tahun terakhir

Mereka Hanya Bicara Dampak Perubahan Iklim, Bukan Dampak Proyek Geotermal Poco Leok; Bantahan Warga terhadap Klaim PT PLN Telah Sosialisasi FPIC

PT PLN melakukan sosialisasi pada 27 Februari di Kampung Lengkong, bagian dari rangkaian upaya mengegolkan proyek geotermal perluasan PLTP Ulumbu, salah satu dari Proyek Strategis Nasional di Flores