Floresa.co – Kematian Rudolfus Oktavianus Ruma atau Vian Ruma, pemuda yang juga dikenal sebagai guru dan aktivis di Kabupaten Nagekeo, meninggalkan duka mendalam dan pertanyaan yang belum terjawab soal pemicunya.
Jasadnya ditemukan pada 5 September di sebuah gubuk bambu di Desa Tonggo, Kecamatan Nangaroro.
Kondisi tubuhnya yang tidak menapak lantai gubuk, penggunaan tali sepatu yang melingkari lehernya dan sejumlah kejanggalan lain menimbulkan pertanyaan: apakah ini benar murni kasus bunuh diri ataukah ada faktor lain yang menyebabkan kematiannya?
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan spekulasi, melainkan hanya melalui proses investigasi oleh kepolisian yang profesional, transparan dan akuntabel.
Polres Nagekeo telah memeriksa lebih dari 20 saksi, juga mendalami isi ponsel Vian dengan bantuan Polda NTT.
Namun, ada banyak kejanggalan dalam prosesnya. Salah satunya adalah upaya polisi menggiring agar keluarga menolak autopsi dan penyelidikan serta menerima kematian Vian dengan ikhlas, sebagai takdir.
Dari penjelasan Polres Nagekeo, rupanya pola serupa telah mereka lakukan dengan kasus-kasus kematian warga lain sebelumnya.
Langkah seperti ini yang mensimplifikasi persoalan kehilangan nyawa seseorang bukan saja tidak etis, tetapi juga berbahaya. Ini adalah blunder serius yang membuka ruang spekulasi bahwa aparat lebih ingin cepat-cepat menutup kasus daripada mengungkap kebenaran.
Kasus kematian Vian Ruma terjadi di tengah momentum mengemukanya desakan reformasi kepolisian karena keruntuhan kepercayaan publik pada peran kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
Apa yang dilakukan Polres Nagekeo dalam kasus ini akan menjadi ujian: apakah kepolisian sudah berubah? Apakah mereka sudah menjalankan prosedur dengan integritas? Atau justru masih terjebak dalam pola lama: menutupi, menghindar dan mengabaikan hak publik untuk tahu?
Kegagalan polisi menangani kasus Vian dengan profesional hanya akan memperdalam jurang ketidakpercayaan masyarakat. Sebaliknya, jika polisi berani transparan, berani membuka fakta apa adanya dan berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu, maka kasus ini bisa menjadi momentum penting untuk memulihkan marwah institusi.
Vian adalah seorang guru Matematika di SMP Negeri 1 Nangaroro. Sosoknya juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, organisasi keagamaan, hingga advokasi lingkungan. Ia menaruh perhatian pada isu-isu keadilan ekologis, termasuk kritis terhadap proyek geotermal di Flores.
Perhatian publik pada kasus ini memang menyoroti peran Vian sebagai aktivis lingkungan. Hal ini tidak terlepas dari konteks yang lebih besar: kerentanan kelompok muda dan warga yang peduli pada isu-isu sosial dan lingkungan di Indonesia. Berulang kali kita menyaksikan bagaimana suara-suara kritis menghadapi risiko tekanan, kriminalisasi hingga ancaman kekerasan.
Namun, Vian adalah manusia yang kehidupannya beririsan dengan banyak lapisan sosial: sebagai guru, sebagai aktivis, sebagai anak muda, sebagai warga. Karena itu, terlepas dari kaitannya dengan berbagai aktivitas sosialnya, kematiannya adalah terkait dengan kepentingan publik, kepentingan kita semua.
Ketika seorang warga negara ditemukan tewas dalam kondisi janggal, negara melalui institusi penegak hukum berkewajiban memberi penjelasan terang benderang tentang pemicunya dan tidak ada ruang impunitas bagi pelaku jika memang karena dibunuh.
Pengusutan tuntas kasus ini tidak hanya soal mencari tahu penyebab kematian seseorang. Lebih dari itu, ini adalah soal bagaimana negara menghormati nyawa warganya, bahwa setiap nyawa warga memiliki nilai.
Ini adalah soal bagaimana kepolisian menjalankan tugas mulia yang diamanatkan undang-undang. Dan ini adalah soal apakah reformasi kepolisian benar-benar dijalankan atau sekadar jargon kosong yang berulang kali diingkari dalam praktik.
Masyarakat sipil, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan dan komunitas lainnya perlu terus mengawal proses hukum kasus ini. Kontrol sosial adalah juga kunci agar aparat bekerja sesuai jalur. Tanpa tekanan publik, ada risiko besar kasus ini hanya menjadi catatan dingin dalam berkas kepolisian.
Keadilan untuk Vian adalah keadilan untuk kita semua. Kebenaran yang terungkap lewat kasus ini akan menjadi pijakan penting bagi penghormatan terhadap hak asasi manusia di negeri ini.
Laporan-laporan kami terkait kasus kematian Vian Ruma bisa dibaca di laman ini: Misteri Kematian Vian Ruma





