Sekda Mabar: Jika Terbukti Lalai, Dokter Yoan Lebih Baik Dipindahkan

“Nah, ini kan yang di sebelahnya minum minyak tanah satu botol besar, kondisinya kritis. Jadi, saya harus menolong (pasien) yang itu dulu, membuat dia stabil dulu, baru memeriksa pasien yang lain,” lanjut Dokter Yoan.

Namun, pantauan Floresa.co, malam itu, Dokter Yoan tidak langsung menangani pasien kritis karena meminum minyak tanah.

Ia memilih melayani pasien lain dan baru melayani pasien yang kritis itu setelah si pasien berteriak.

Terpisah, Dokter Elisabeth juga mengatakan, dirinya mempersilakan Dokter Yoan memproses dirinya sesuai ketentuan yang berlaku bila keberatan dengan yang disampaikannya.

“Silakan ya, kalau mau proses,” jelasnya.

Ia mengatakan, memang benar Dokter Yoan sama sekali tidak menyentuh anak saya.

“Ketika saya bertanya mengapa tidak dikasih obat muntah, dia malah mau menyalakan perawat,” ujarnya. (Ferdinand Ambo/Petrus D/ARL/Floresa)

DUKUNG KAMI

Terima kasih telah membaca artikel kami.

Floresa adalah media independen. Setiap laporan kami lahir dari kerja keras rekan-rekan reporter dan editor yang terus berupaya merawat komitmen agar jurnalisme melayani kepentingan publik.

Kami menggalang dukungan publik, bagian dari cara untuk terus bertahan dan menjaga independensi.

Cara salurkan bantuan bisa dicek pada tautan ini: https://floresa.co/dukung-kami

Terima kasih untuk kawan-kawan yang telah mendukung kami.

Gabung juga di Grup WhatsApp pembaca kami dengan klik di sini atau di Channel WhatsApp dengan klik di sini.

BACA JUGA

BANYAK DIBACA