Terkait Kasus Penelantaran Pasien, Anggota DPRD Mabar: Tindak Tegas Dokter Yoan!

Sementara, Ketua Fraksi Gerinda, Yoseph suhardi mengaku mendapat keluhan dari keluarga pasien berkaitan dengan buruknya pelayanan di Puskesmas Labuan Bajo.

“Di ruangan Fraksi Gerindra, ada surat pengaduan dari keluarga pasien yang mengeluhkan pelayanan Puskesmas Labuan Bajo,” katanya.

“Pasien dibiarkan telantar di ruangan darurat, apalagi korbannya orang penting. Kalau orang penting ditelantarkan, apalagi orang tua saya,” tambah Yos.

Dirinya meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Mabar, Imaculata Veronika segera memberi tindakan.

”Kebetulan di sini ada Bu Kadis. Saya minta beri teguran kepada dokter tersebut atau tindakan lainnya,” kata Yos.

Sementara itu, Kadis Imaculata tidak memberi tanggapan saat diminta komentarnya usai sidang pleno itu.

”Nanti baru kita bahas,” ujarnya singkat.

Kasus Dokter Yoan mencuat setelah diberitakan Floresa.co pada pekan lalu.

Dokter Yoan dilaporkan lalai dalam menangani pasien bernama Tresi, anak dari rekannya sesama dokter, yakni Dokter Elisabeth Frida (Dokter Ida), yang juga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi, Ruteng, Kabupaen Manggarai.

BACA: Dirut RSUD Ben Mboi Ngamuk di Puskesmas Labuan Bajo

Pada Minggu (3/1/2016) malam, Ida mengamuk karena anaknya tidak mendapat pelayanan dari Dokter Yoan, setelah menunggu selama kurang lebih empat jam.

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA