Konten Web Dinkes Manggarai yang Diklaim ‘Akurat, Terpercaya’: Dibuat AI, Lenyap Sekejap Usai Jadi Sorotan

Sebelum hilang, Kepala Dinas Kesehatan mengaku kepada Floresa semua isinya dibuat AI, berupa “karangan,” serentak mengklaim web itu bagian dari pertanggungjawaban dinas kepada publik.

Floresa.co – Web Peluk Sehat milik Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai tiba-tiba kehilangan konten setelah sempat menampilkan deretan artikel kesehatan, berita, opini, dan materi edukasi.

Saat ditelusuri Floresa pada 9 Agustus, artikel-artikel di peluksehat.com masih dapat dibaca. Namun, ketika diakses kembali pada 12 Agustus, artikel dan foto-foto di laman itu sudah tidak terlihat.

Dinas menyebut Peluk Sehat sebagai kanal informasi publik. Web itu memuat sejumlah bagian, antara lain informasi program, artikel, dashboard data kesehatan, Peluk Sehat TV yang terkoneksi dengan YouTube. Konten di YouTube juga buatan AI.

Pada halaman “Tentang Kami”, dinas menulis bahwa Peluk Sehat dirancang untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis dan membuka akses informasi kesehatan bagi masyarakat.

Penelusuran Floresa pada 9 Agustus menemukan artikel berita dan edukasi yang sebagian besar tercatat bertanggal 1 Agustus 2026. Artikel-artikel itu ditulis dengan nama “Admin”. Pada laman yang ditelusuri, tidak ditemukan keterangan dokter, tenaga kesehatan, pakar gizi, atau pejabat teknis sebagai penulis.

Temanya berkisar pada gizi, pencegahan penyakit, dan layanan kesehatan. Namun, dalam artikel yang ditelusuri, Floresa belum menemukan penjelasan rinci tentang kondisi kesehatan di Manggarai, situasi di kampung-kampung, atau langkah konkret Dinas Kesehatan dalam menangani isu-isu tersebut.

Foto-foto yang dipakai juga generik. Pada salah satu gambar yang diberi keterangan Kepala Dinas, Dr. Jefri H, foto yang digunakan merupakan gambar buatan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Tampang wajah Jefri H, yang disebut “Kepala Dinas” pada web peluksehat.com. Kini gambar tersebut telah dihapus. (Tangkapan layar oleh Floresa)

Wajah dalam gambar itu tidak menyerupai sosok kepala dinas yang sebenarnya, Safrianus Haryanto Djehaut atau Jefrin Haryanto.

Meski artikel dan foto tak lagi terlihat, sejumlah bagian web masih dapat diakses. Salah satunya dashboard yang mencantumkan beberapa data kesehatan: stunting di Manggarai 12,4 persen, cakupan imunisasi 87,6 persen, ODHIV yang ditangani 98 persen, dan 215 kasus TB yang tertangani. Saat dashboard itu diklik, data lengkapnya tidak tersedia.

Dari penelusuran Floresa, beberapa dari angka itu berbeda dengan data Badan Pusat Statistik NTT. Pada 2025, stunting di Manggarai 13,06 persen, cakupan imunisasi lengkap 69,68 persen.

Saat dicek pada web yang memuat informasi soal status domain, peluksehat.com tercatat diregistrasi pada 5 Agustus 2026.

Beberapa konten web peluksehat.com sebelum dihapus. (Tangkapan layar oleh Floresa)

Kadis Akui Konten Dibuat dengan AI

Floresa mewawancarai Jefrin pada 10 Agustus, ketika konten-konten di web itu masih terlihat. Dalam wawancara tersebut, ia mengakui bahwa semua konten dibuat dengan bantuan AI.

Menurut Jefrin, Peluk Sehat diperkenalkan saat Hari Kesehatan Nasional pada November tahun lalu sebagai bagian dari “perubahan paradigma dalam pelayanan.”

“Peluk Sehat pendekatan baru dari medical-based care menjadi hospitality-based care, menjadi pendekatan lebih manusiawi,” katanya.

Ia mengatakan pelayanan kesehatan membutuhkan perubahan cara pandang dan cara kerja.

“Itu kampanye saya sejak awal,” kata Jefrin yang dilantik pada September 2025. “Setiap pagi itu ada namanya ‘Vitamin Jiwa’ , yaitu ‘Peluk Sehat.’”

Ketika ditanya tentang isi web, Jefrin memberi penjelasan: konten-konten itu “sifatnya masih berupa karangan”.

“Kami meminta orang untuk membuat web. Kemudian, untuk tema-temanya, dia mencari bahan menggunakan AI,” katanya.

Jefrin Haryanto saat diwawancara Floresa pada 10 Agustus 2026. (Dokumentasi Floresa)

Meski mengakui konten web dibuat dengan bantuan AI, Jefrin menyebut Peluk Sehat penting sebagai media pertanggungjawaban dinas dan sarana memperluas informasi publik.

“Kami melihat bahwa penting bagi masyarakat untuk dapat mengakses apa yang sudah dibuat pemerintah,” katanya.

Muncul Saat Nama Jefrin Disorot

Web itu muncul ketika nama Jefrin sedang disorot dalam perkara dugaan korupsi di Kabupaten Manggarai Timur.

Kasus itu terjadi saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Manggarai Timur,  sebelum pindah ke Manggarai.

Ia telah diperiksa kejaksaan bersama puluhan orang lainnya. Perkara ini sudah masuk tahap penyidikan, namun belum ada penetapan tersangka.

Dugaan penyelewengan terjadi pada sejumlah program DP3AKB tahun anggaran 2025, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan.

Dugaan mencakup praktik mark-up anggaran, belanja yang tidak sesuai realisasi, serta kegiatan yang dianggarkan berulang namun hanya dilaksanakan sekali.

Ketika ditanya apakah peluncuran web itu merupakan upaya mengalihkan perhatian publik dari perkara tersebut, Jefrin berkata: “tidak ada hubungannya sama sekali.”

“Saya tidak mau mengomentari persoalan tersebut karena saya tidak mau mengomentari sesuatu yang juga masih dikomentari orang lain,” tambahnya.

AI dan Tanggung Jawab Informasi Pemerintah

Indonesia belum memiliki undang-undang khusus yang secara eksplisit mengatur konten buatan AI, termasuk di web pemerintah.

Namun, penggunaan AI oleh instansi negara tetap terkait dengan aturan teknologi informasi, pelindungan data pribadi, tata kelola sistem elektronik pemerintah, dan etika digital.

UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU Informasi dan Transaksi Elektronik mengatur tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik atas informasi elektronik.

Jika instansi pemerintah memakai perangkat digital atau sistem berbasis AI untuk membantu membuat dan memublikasikan informasi, tanggung jawab atas informasi yang dipublikasikan tetap berada pada penyelenggara sistem.

Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial juga menekankan akuntabilitas, transparansi, keamanan, kredibilitas, pelindungan data pribadi, dan kendali manusia.

Dengan prinsip itu, AI dapat dipakai sebagai alat bantu, tetapi tidak menggantikan verifikasi, keahlian, dan pertanggungjawaban pejabat publik.

Jefrin tetap menyebut Peluk Sehat bermanfaat karena dapat menjangkau lebih banyak orang.

“Tujuannya untuk memperluas jangkauan publikasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.

“Kalau hanya mengundang orang, sekitar 40 yang tahu. Padahal, ada ribuan orang yang seharusnya mengetahui informasi tersebut,” tambahnya.

Di halaman “Tentang Kami” yang masih terlihat di web, Dinas Kesehatan menyebut Peluk Sehat sebagai sumber “informasi yang akurat, terpercaya, mudah dipahami.”

Klaim itu berhadapan dengan fakta konten yang sempat tersedia, justru tak lagi terlihat setelah menjadi sorotan dan tanpa penjelasan alasan penghapusan.

Falaria Pajeng dan Arivin Dangkar berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Editor: Ryan Dagur

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA