Persiapan Ande Agas Menuju Pilkada Matim 2018

Borong, Floresa.co – Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Andreas Agas sudah menyatakan akan maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Matim tahun 2018.

Ande Agas sudah menjadi wakil bupati selama dua periode berpasangan dengan Yosep Tote.

Dalam bursa pilkada Matim kali ini, Agas sudah menggandeng Stefanus Jaghur sebagai bakal calon wakilnya.

Karena itu, pasangan ini memilih akronim ASET sebagai identitas politik keduanya.

Stefanus Jaghur adalah seorang birokrat. Saat ini, ia menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Matim.

Pria asal Manus Kecamatan Kota Komba ini juga pernah menjadi camat Borong. Kemudian, kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kendaraan Politik

Pasangan ASET dipastikan maju melalui jalur partai politik. Ande Agas kepada Floresa.co mengatakan saat ini, sudah mengantongi dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki tiga kursi di DPRD Matim.

Agas memang menjadi ketua DPC PAN Matim sejak Mei 2016.

Namun, dukungan PAN saja belum cukup. Sebab, untuk bisa menjadi calon di Pilkada, butuh dukungan partai atau gabungan partai yang memiliki 20% kursi di PDRD. Itu artinya di Matim setidaknya butuh enam kursi.

Terkait tambahan dukungan partai ini, Ande Agas mengatakan masih melobi beberapa partai. “Masih lobi-lobi,”ujarnya kepada Floresa.co, Rabu 5 April 2017.

Agas mengaku sedang mendekati dua partai yaitu Demokrat dan Gerindra. Dua partai ini masing-masing memiliki empat kursi di DPRD Matim. (PTD/Floresa)

Terima kasih telah membaca artikel kami. Jika tertarik untuk mendukung kerja-kerja jurnalisme kami, kamu bisa memberi kami kontribusi, dengan klik di bawah ini.

Baca Juga Artikel Lainnya

Warga Flores Resah dengan Harga Beras yang Terus Naik di Tengah Gagal Panen Pangan Lain

Pedagang beras juga mengakui makin sulit mendapat stok, yang bergantung pada pasokan dari Sulawesi

Polisi di Flores Buru Frater Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Penetapan status buron terjadi usai terduga pelaku menghilang sejak kasus ini dilaporkan ke polisi pada tahun lalu