Warga di Labuan Bajo Keluhkan Tarif Ojek yang Masih Mahal

Ilustrasi Ojek Speda Motor (Foto :ist)
Ilustrasi Ojek Speda Motor (Foto :ist)

Labuan Bajo, Floresa.co – Sejumlah warga di kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan masih tingginya tarif sewa ojek sepeda motor. Padahal, pemerintah sudah menurunkan harga bahan bakar minyak sejak 1 Januari lalu.

Felisi Jiman, seorang warga yang biasa menggunakan jasa angkutan ojek mengatakan, tukang ojek di Labuan Bajo bertindak sesuka hati dalam meminta tarif sewa kendaraan mereka.

“Sekali antar Rp 7.000, padahal harga premium sudah turun,” ujar karyawati sebuah supermarket di kota Labuan Bajo ini, kepada Floresa.co, Sabtu (10/1/2015).

Menurutnya, mestinya tarif ojek kembali ke Rp 4.000 seperti sebelum ada kenaikan harga BBM pada 18 November 2014 lalu.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Patrys, siswa SMK Negeri 1 Labuan Bajo. “Ojek di Labuan Bajo sangat bandel. Kadang mereka minta Rp 5000 sampai Rp 20.000 per penumpang,” ujarnya.

Patrys mengatakan orang baru sangat rentan dipermainkan oleh tukang ojek.

“Kalau mereka merasa orang baru yang naik ojek, mereka minta sampai Rp 20.000 per penumpang. Hal ini karena tidak adanya fungsi kontrol dari pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus menetapkan standar tarif angkutan ojek ini agar penumpang tidak dikorbankan.

Efen, seorang tukang ojek di Labuan Bajo mengakui saat ini memang tidak ada standar tarif ojek di kota itu.

“Kami tidak turunkan tarif karena tidak ada standar dari pemerintah,” ujarnya. (PTD/Floresa)

 

Dukung Kami

Ada cerita yang terlalu berisiko untuk diberitakan, korban yang terlalu lemah untuk didengar, dan mereka yang terlalu berkuasa untuk disentuh.
Floresa memilih memberi perhatian pada semua itu. Kami tidak bergantung pada iklan korporasi atau kepentingan politik. Independensi kami dibiayai oleh pembaca yang percaya bahwa kebenaran harus diungkap tanpa kompromi.
Dukung kami untuk terus bertahan. Caranya bisa cek di sini

BACA JUGA