Floresa.co – Warga di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur gotong royong mengumpulkan dana untuk memperbaiki jembatan yang bertahun-tahun diabaikan pemerintah.
Stefanus Wendri, salah satu warga Desa Golo Wuas berkata, Jembatan Wae Emas tersebut dibangun pada 2016, namun dua tahun kemudian ambruk.
“Setiap tahun jembatan ini diperbaiki secara swadaya. Warga kumpul uang untuk beli kayu ampupu sebagai penyangga. Kayu itu harus diganti setiap tahun karena tidak kuat,” katanya kepada Floresa pada 8 September.
Ia berkata, warga Desa Golo Wuas yang berasal dari tiga dusun — Nio, Watu dan Ndawang — memperbaiki jembatan yang menghubungkan Desa Golo Wuas dengan Desa Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba Utara itu pada 29 Agustus.
Mereka mengganti gelagar baja yang hanyut terbawa arus dengan kayu ampupu.
Pada tahun ini, kata Stefanus, panitia di masing-masing kampung menetapkan iuran Rp50 ribu bagi 166 pemilik kendaraan bermotor, sedangkan keluarga yang tak punya kendaraan menyumbang secara sukarela.
Bantuan juga bersumber dari warga Desa Golo Nderu, bahkan ada tujuh kepala keluarga yang menyumbang lebih dari Rp500 ribu.
“Dana yang terkumpul masih jauh dari cukup untuk membangun jembatan yang lebih kuat karena warga berharap bisa membeli bronjong, batu, pasir dan semen agar jembatan itu bisa bertahan tujuh atau delapan tahun,” katanya.
Stefanus berkata, jembatan itu merupakan infrastruktur yang sangat penting bagi warga yang hendak berbelanja sembako dan bahan bangunan di Borong maupun Mukun, Kecamatan Kota Komba Utara.
Namun, jembatan itu hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.
Sementara kendaraan roda empat dan truk harus melintasi Desa Sipi, Kecamatan Elar Selatan.
Stefanus berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera memperbaiki jembatan tersebut “supaya roda ekonomi kami terbantu.”
“Warga tidak bisa terus-menerus bergantung pada kayu penyangga yang diganti tiap tahun. Kami butuh jembatan permanen,” katanya.
Sementara itu, Paulus Yohanes Yorit Poni, anggota Komisi C DPRD Manggarai Timur mengklaim pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jembatan itu.
“Saya sudah sampaikan ke pemerintah agar segera ditangani dan sudah disepakati ada alokasi Rp50 juta,” katanya kepada Floresa pada 8 September.
Ia mengklaim sudah meninjau langsung kondisi jembatan itu pada 6 September.
Editor: Herry Kabut



