Warga Ruteng Meninggal di Trotoar, Diduga karena Serangan Jantung

Polisi mengklaim keluarga menolak autopsi dan menganggap kejadian itu sebagai musibah

Floresa.co – Seorang warga di Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai meninggal di jalan dan jasadnya ditemukan di trotoar depan Gereja Katedral Lama.

Dalam keterangan pers Polres Manggarai, jasad Yohanes Jon ditemukan pada 23 Oktober malam pukul 21.55 Wita di depan gereja itu yang masuk Kelurahan Bangka Nekang, Kecamatan Langke Rembong.

Yohanes, 52 tahun, berasal dari Kelurahan Compang Tuke, Kecamatan Langke Rembong.

Kepala Seksi Humas Polres Manggarai Gusti Putu Saba Nugraha menjelaskan polisi mendapat laporan kasus itu dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Bangka Nekang Aipda Emilanus Johan.

Ia kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi ketika melihat kerumunan warga.

“Setelah mendekat dan memastikan situasi, ia segera melaporkan peristiwa tersebut ke grup Polres Manggarai untuk tindak lanjut,” katanya.

Tim dari Polres Manggarai kemudian menuju ke lokasi dan “menemukan korban tergeletak di trotoar dalam posisi terlentang, tidak sadarkan diri.”

“Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ruteng,” kata polisi.

Polisi menyebut hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka akibat benda tumpul maupun tajam.

“Diperkirakan korban meninggal sekitar 20 menit sebelum tiba di RSUD Ruteng,” kata polisi.

Saksi mata Ferdinandus Jehadun, seorang mahasiswa asal Kabupaten Manggarai Barat berkata sebelum ditemukan tergeletak, korban sempat terlihat duduk di atas motornya di pinggir jalan dengan posisi membungkuk.

“Tak lama kemudian, saksi mendengar suara motor jatuh dan melihat korban terjatuh bersama kendaraannya,” kata polisi.

“Warga sekitar kemudian membantu memindahkan korban ke trotoar, namun korban sudah dalam kondisi lemah dan tak sadarkan diri.”

Antonius Ngambur, perwakilan keluarga korban, berkata Yohanes memiliki riwayat penyakit jantung dan selama ini rutin menjalani pemeriksaan di RSUD Ruteng. 

“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi,” kata polisi.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Compang Tuke.

Editor: Ryan Dagur

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img