Aktivitas Harian Warga Terganggu Imbas Kelangkaan BBM di Manggarai 

PT Pertamina beralasan kelangkaan karena tersendatnya lalu lintas BBM di Jalur Reo-Ruteng

Floresa.co – Empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Manggarai mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berimbas terganggunya aktivitas harian warga di wilayah itu.

Kelangkaan terjadi di SPBU Carep, Mbaumuku dan Mena di Kecamatan Langke Rembong dan SPBU Langkas di Kecamatan Ruteng sejak 25 November.

Pantauan Floresa, antrean kendaraan roda dua dan empat terjadi hingga sekitar satu kilometer sepanjang jalur Trans Flores di sebelah barat SPBU Carep. Sementara kemacetan terjadi di SPBU Mena, menyebabkan kendaraan dari arah barat – Labuan Bajo menuju Ruteng – kesulitan melintas.

Almon Gaut, warga yang berprofesi sebagai guru di wilayah itu mengaku terlambat ke sekolah karena harus ikut dalam antrean panjang di SPBU Langkas pada 26 November pagi.

Melalui akun media sosial Facebook, Almon mengatakan antrean kendaraan di SPBU itu mencapai lebih dari satu kilometer.

“Akibat dari kelangkaan ini begitu banyak yang menjadi korban, seperti guru yang seharusnya jam 7 sudah di sekolah, harus terlambat bahkan harus tidak ke sekolah,” tulisnya, menyebabkan proses belajar mengajar terhambat.

Ia juga berkata kelangkaan BBM berimbas pada aktivitas pegawai kantoran, pedagang, sopir dan tukang ojek.

Namun, kata dia, di tengah kondisi tersebut, “ada pihak yang mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain.”

“Modusnya dengan menjual BBM (secara eceran) di atas kewajaran yakni Rp40-50 ribu per liter,” katanya.

Almon juga mempersoalkan prosedur pengisian BBM yang seharusnya menggunakan barcode khusus namun menurutnya tidak diterapkan di lokasi itu.

“Di manakah pihak yang berwenang untuk mengatur BBM ini? Di manakah pihak kepolisian untuk menertibkan penjualan BBM ilegal?,” katanya.

Penelusuran Floresa, warganet di Manggarai ramai membicarakan kelangkaan BBM di media sosial Facebook sejak 25 November.

“Yang terhormat bapa Bupati Manggarai. Beberapa hari terakhir sampai hari ini, kelangkaan BBM di Manggarai sangat sulit sekali mendapatkannya, bahkan harga eceran satu botol sangat tidak masuk akal sama sekali,” tulis akun Facebook Alan di Grup Forum Rakyat Peduli Manggarai-FRPM.

Beberapa warganet lainnya mengunggah video antrean panjang kendaraan disertai takarir “fenomena antre BBM sampai ujung dunia” dan “antre BBM sampai kutub utara.”

Penjelasan Pertamina

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi mengatakan kelangkaan di Manggarai disebabkan oleh keterlambatan pengiriman BBM ke SPBU imbas sistem buka tutup perbaikan jalan di jalur utama distribusi Reo-Ruteng di Kawasan Waruk dan Karot. 

Reo, kawasan di pesisir utara Manggarai merupakan salah satu lokasi pelabuhan lalu lintas BBM dari luar wilayah NTT.

“Sebagai upaya percepatan distribusi, saat ini dilaksanakan alih suplai dari Terminal BBM Maumere untuk membantu distribusi dari supply point Terminal BBM Reo,” kata Ahad dalam keterangan tertulisnya yang diterima Floresa pada 26 November.

“Dengan adanya mitigasi ini diharapkan dapat lebih mempercepat proses distribusi dan keadaan semakin membaik menuju distribusi normal,” lanjutnya.

Ahad mengakui masyarakat Kabupaten Manggarai kesulitan mendapatkan BBM selama beberapa hari terakhir, sementara penjual eceran menggetok harga tinggi.

“Prioritas pengisian juga diperketat ke konsumen kendaraan dan meminimalisir pengisian ke konsumen non-kendaraan sebagai mitigasi adanya pengepul yang mengambil kesempatan menjual kembali BBM dengan harga yang tinggi,” katanya.

Ia juga berjanji memastikan distribusi BBM ke wilayah itu akan disalurkan melalui Terminal Maumere yang terletak di Kabupaten Sikka. 

Ahad merincikan rata-rata konsumsi harian BBM di Kabupaten Manggarai antara lain Pertalite 66 kiloliter, Pertamax tujuh kiloliter, ⁠Pertamina Dex lima kiloliter, Biosolar 38 kiloliter dan Kerosene 30 kiloliter.

Editor: Anno Susabun

Dukung kami untuk terus melayani kepentingan publik, sambil tetap mempertahankan independensi. Klik di sini untuk salurkan dukungan!
Atau pindai kode QR di samping

BACA JUGA

spot_img